Sangatta News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dan pengajar melalui program insentif tenaga pendidik. Di wilayah Kabupaten Kutai Timur 2.928 terdapat penerima.
Tahun ini, sebanyak 26.975 guru TK, SD, MI, SMP, MTs, serta ustaz dan ustazah pondok pesantren di seluruh Kalimantan Timur ditargetkan menerima insentif tersebut. Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan pemberian insentif merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk berbagi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya tenaga pendidik di sekolah maupun pondok pesantren.
“Meski pada 2026 anggaran APBD jauh dari harapan, kita tidak bisa diam dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Pemprov Kaltim yakin dukungan ini akan membuat masyarakat merasa tenang dan bahagia,” ujarnya saat menerima Direksi Tribun Kaltim di Ruang Kerja Gubernur, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama kesuksesan suatu daerah. Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), kesejahteraan guru juga harus menjadi perhatian. Program insentif yang sudah dijalankan sejak 2025 ini dilanjutkan pada 2026 dengan harapan tepat sasaran. Gubernur meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima agar tidak terjadi pemberian kepada guru yang sudah tidak aktif.
Selain guru dan tenaga pendidik pondok pesantren, Pemprov Kaltim juga melanjutkan insentif bagi 5.710 penjaga rumah ibadah pada tahun ini.
Selama kepemimpinan Rudy–Seno, besaran insentif ditetapkan Rp 500 ribu per orang per bulan dan disalurkan selama enam bulan. Pencairan dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga setiap penerima memperoleh Rp 1,5 juta per tahap.
Adapun rekapitulasi penerima insentif guru dan ustaz/ustazah tahun 2026 per kabupaten/kota meliputi Samarinda 4.454 penerima, Balikpapan 5.734 penerima, Bontang 2.198 penerima, Kutai Kartanegara 5.255 penerima, Kutai Timur 2.928 penerima, Berau 1.541 penerima, Paser 1.994 penerima, Kutai Barat 568 penerima, Penajam Paser Utara 1.884 penerima, dan Mahakam Ulu 419 penerima.
Salah seorang penerima insentif, Arbayah, Kepala MI Al-Muna Samarinda mengungkapkan rasa bahagianya ketika menerima bantuan dari pemprov ini. Arbayah yang telah 20 tahun mengabdi sebagai guru ini pun berharap bantuan ini dapat membantu kesejahteraan seluruh guru.
“Semoga ini menjadi hal yang baik dan dapat lebih mensejahterakan kami (para guru). Sangat bahagia sekali, semoga bantuan ini dapat berlanjut terus kedepannya,” ungkapnya haru.
Dengan keberlanjutan program ini, Pemprov Kaltim berharap kesejahteraan tenaga pendidik semakin meningkat sehingga kualitas pendidikan di Bumi Etam juga terus berkembang.


Tinggalkan Balasan