Sangatta News – Di bawah terik matahari Papua, para prajurit TNI dari Pos Senggi Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 753/AVT tidak hanya menjaga perbatasan, tetapi juga mengukir kisah pengabdian. Mereka menanggalkan seragam tempur sejenak dan beralih menjadi “tenaga medis” keliling untuk melayani warga Kampung Senggi, Distrik Senggi, Kabupaten Keerom.
Dengan semangat tulus, para personel kesehatan ini menjelajahi jalanan kampung, dari rumah ke rumah, menawarkan layanan kesehatan gratis. Langkah mereka mampir di kediaman Mama Leonar dan Bapak Demias Kumur, pasangan lansia yang membutuhkan perawatan. Di sana, para prajurit memeriksa kondisi kesehatan, memberikan obat, dan merawat luka-luka ringan dengan penuh perhatian.
“Kami datang ke sini untuk memastikan Bapak dan Mama di perbatasan bisa mendapatkan akses kesehatan yang layak, yang mungkin sulit dijangkau di wilayah ini,” ujar Letda Inf Fauzy Ahmad Sulkarnain, Komandan Pos Senggi.
Mama Leonar, dengan mata berkaca-kaca, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. “Mama sangat berterima kasih kepada anak-anak TNI yang sudah datang ke sini. Membantu mama dan terima kasih obat untuk Bapak. Semoga Bapak cepat sembuh dan anak-anak semua selalu sehat selama bertugas.”
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya menarik perhatian warga yang dikunjungi, tetapi juga warga lain yang kebetulan lewat. Mereka ikut mampir untuk mendapatkan pengecekan kesehatan dan berinteraksi langsung dengan para prajurit. Ini membuktikan bahwa TNI adalah garda terdepan negara yang tak hanya melindungi, namun juga hadir untuk melayani dan membantu mengatasi kesulitan rakyat.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara rutin, menjangkau lebih banyak lagi warga di pelosok negeri, dan menjadi bukti nyata bahwa negara selalu hadir di hati setiap rakyatnya. [Ainun]


Tinggalkan Balasan