Sanggatta News – Setelah sukses meruntuhkan dominasi enam tahun Kutai Kartanegara (Kukar) dan merebut gelar Juara Umum MTQ ke-45 tingkat Provinsi Kaltim, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kini memasang target yang lebih sulit yakni mempertahankan gelar.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memperingatkan bahwa euforia kemenangan harus segera bertransformasi menjadi kerja keras baru. Menurutnya, mempertahankan prestasi jauh lebih menantang daripada merebutnya.

“Tantangan terberat kita sekarang bukan lagi meraih juara umum, tetapi bagaimana mempertahankannya. Untuk menjadi juara kita bekerja keras, tetapi mempertahankannya jauh lebih berat,” tegas Bupati Ardiansyah, Selasa (16/12/2025).

Bupati mengungkapkan bahwa keberhasilan Kutim menjadi yang terbaik di Kaltim bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari perombakan total pola pembinaan. Jika sebelumnya qori dan qoriah hanya dibina selama tiga bulan, pada MTQ 2025 durasinya melonjak menjadi sembilan bulan dengan melibatkan pelatih nasional.

Yang membanggakan, mayoritas kafilah yang meraih prestasi adalah putra-putri asli daerah Kutai Timur. Hal ini menjadi bukti keberhasilan kaderisasi internal Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). “LPTQ tidak punya waktu untuk beristirahat dalam menyiapkan anak-anak asuh,” tambah Ardiansyah, menginstruksikan persiapan dini untuk MTQ 2026 yang akan digelar di ‘kandang’ rival mereka, Kutai Kartanegara.

Senada dengan Bupati, Ketua LPTQ Kutim sekaligus Sekretaris Kabupaten, Rizali Hadi, membeberkan catatan gemilang yang menjadi modal kepercayaan diri tim. Kutim berhasil mengumpulkan total 53 raihan prestasi, yang meliputi 19 peserta terbaik pertama, 7 terbaik kedua, 18 terbaik ketiga dan 9 harapan satu dan dua.

Rizali menekankan bahwa menghadapi MTQ 2026 di Kukar, strategi sumber daya manusia (SDM) dan dukungan anggaran akan menjadi kunci utama. “Alhamdulillah, penyelenggaraan berjalan tertib dan minim keluhan. Namun, fokus kita sekarang adalah menyusun program pembinaan intensif sejak dini agar prestasi ini tetap bertahan di genggaman Kutim,” pungkasnya dalam momen silaturahmi pembubaran panitia di Kantor Bupati Kutim.

Pemkab Kutim kini menatap masa depan dengan satu visi: memastikan bahwa gelar Juara Umum MTQ Kaltim bukan sekadar persinggahan, melainkan tradisi baru bagi Bumi Untung Benua.