Sangatta News – Kabar baik bagi warga Kecamatan Telen, Kutai Timur. Persoalan jalan rusak dan longsor di kawasan Gunung Benteng yang sempat viral dan menjadi buah bibir masyarakat akhirnya menemukan titik terang.

Melalui mediasi cepat yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Telen, sebanyak enam perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut telah bersepakat untuk melakukan perbaikan total secara mandiri. Langkah ini menjadi bukti nyata kolaborasi sektor swasta dalam merespons keluhan publik.

“Tadi kami bersama 6 perusahaan yang ada di sekitar Gunung Benteng sudah bersepakat dan memiliki komitmen yang sama untuk segera memperbaiki jalan tersebut agar bisa dilintasi oleh masyarakat dengan aman,” ungkap Petrus Ivung, Camat Telen, kepada awak media melalui sambungan telepon.

Jalan rusak itu berada di Gunung Benteng yang berlokasi di antara Desa Rantau Sentosa, Long Bentuk dan desa Long Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Jalan tersebut sebenarnya tidak masuk dalam kewenangan pemerintah daerah, karena merupakan akses jalan produksi perusahaan.

Namun jalan tersebut menjadi salah satu alternatif yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari menuju ke beberapa  kecamatan, kegiatan ekonomi, hingga pelayanan sosial lainnya.  “Untuk estimasi perbaikan memakan waktu kurang lebih dua minggu,” sebut Petrus.

Selain kondisi jalan rusak, akibat curah hujan cukup tinggi juga berdampak adanya longsor yang  semakin menambah hambatan akses dan risiko keselamatan bagi pengguna jalan. Dalam rapat itu juga di sepakati untuk segera diperbaiki, yakni melakukan penurapan dengan memanfaatkan kayu Ulin yang dimiliki perusahaan.

Ia menambahkan, ruas jalan tersebut juga memiliki tanjakan yang cukup curam. Kondisi ini rencananya akan dilakukan penurunan atau pemangkasan tanjakan guna mengurangi tingkat kemiringan jalan, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

“PT KNS/SST juga mengaku sudah siap untuk mengeksekusi itu (pemangkasan) dan dalam waktu dekat mereka akan menerjukan tim untuk mengkaji sisi mana yang perlu di lakukan pemangkasan,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat  yang ingin melintas di jalan tersebut untuk lebih berhati-hati. Selain itu ia juga meminta agar warga bisa memanfaatkan jalan alternatif agar tidak terjebak di lokasi rawan, terutama saat musim hujan ketika kondisi jalan semakin licin dan berpotensi longsor.

Jalan penghubung antar kecamatan tersebut merupakan akses vital yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan berbagai aktifitas. Namun saat  ini kondisinya sangat memprihatinkan, terlebih saat musim hujan seperti saat ini, jalan berlumpur dan licin sehingga menyulitkan mobilitas warga.  Kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.