Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) resmi memulai percepatan realisasi program tahun anggaran 2026 melalui Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) I di Ruang Meranti, Kantor Bupati, Rabu (7/1/2026). Pertemuan ini ditujukan untuk memantau sekaligus memastikan seluruh program kerja Perangkat Daerah (PD) berjalan sesuai target sejak awal tahun.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, dalam arahannya menekankan bahwa Radalok merupakan instrumen penting untuk mengawal kualitas capaian kerja. “Radalok ini bukan untuk mencari kelemahan atau kekurangan. Namun kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa capaian realisasi bisa dilaksanakan secara baik, baik fisik maupun keuangan,” tegas Noviari saat membuka acara.
Noviari meminta seluruh kepala PD untuk segera merapikan administrasi pendukung agar tidak ada kendala teknis dalam eksekusi program. Ia pun menggarisbawahi pentingnya efisiensi anggaran guna menghindari masalah finansial yang pernah terjadi di masa lalu.
“Upayakan semua program berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat anggaran. Dan pastikan di tahun 2026 ini paket pekerjaan yang tidak terbayarkan atau terutang bisa diantisipasi agar tidak kembali terjadi seperti di tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Senada dengan hal itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kutim, Insan Bowo Asmoro, menjelaskan bahwa rapat ini juga menjadi wadah evaluasi menyeluruh terhadap APBD 2025 sebagai pijakan percepatan tahun 2026.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk melakukan evaluasi dan merumuskan solusi terkait permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan agar program dan kegiatan yang sudah ditetapkan bisa segera direalisasikan,” tambah Bowo.


Tinggalkan Balasan