Sangatta News – Ratusan warga Perumahan Griya Bukit Pelangi (Kanal 3) memadati Masjid Jannatul Huda pada Rabu (21/1/2026) malam. Kehadiran warga dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H ini terasa istimewa dengan kehadiran Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang memberikan tausiyah langsung di tengah jamaah.
Mengusung tema “Jadikan Masjid Jannatul Huda sebagai Wadah Bersatu dalam Ukhuwah Islamiyah”, Bupati Ardiansyah mengingatkan esensi terdalam dari peristiwa Isra Mi’raj, yakni perintah shalat.
Dalam ceramahnya, Bupati Ardiansyah menekankan bahwa shalat adalah satu-satunya ibadah yang perintahnya diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW tanpa perantara Malaikat Jibril.
“Shalat adalah Mi’rajul Mukminin, mi’raj-nya orang beriman. Melalui shalat, kita berdialog langsung dengan Allah. Shalat itu artinya doa. Barangsiapa yang tidak shalat, ia enggan berdoa, dan orang yang tidak mau berdoa adalah orang yang sombong,” tegas Bupati Ardiansyah dengan menyentuh hati para jamaah.
Ia juga menyelipkan anekdot mengenai tantangan menuju masjid. Menurutnya, perjalanan fisik terjauh bukanlah antar kota, melainkan langkah menuju masjid saat azan berkumandang.
Di sela peringatan keagamaan tersebut, Ketua RT 65, Baso Arwan, menyampaikan laporan perkembangan wilayahnya. Ia mengungkapkan rasa syukur karena Perumahan Griya Bukit Pelangi kini telah resmi dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
“Alhamdulillah, pembangunan jalan di perumahan kami sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran Pemkab Kutim atas perhatian nyata terhadap infrastruktur kami,” ujar Baso Arwan.
Seiring dengan meningkatnya jumlah warga, kapasitas masjid menjadi perhatian utama. Baso melaporkan bahwa jamaah shalat Jumat seringkali meluber hingga ke luar area masjid. Sementara pondasi baru untuk perluasan masjid sudah terbangun tahun ini. Masyarakat diharapkan tetap kompak dan bersabar menunggu tahapan anggaran berikutnya agar pembangunan masjid segera rampung sepenuhnya.
Bupati Ardiansyah menutup pesannya dengan mengajak warga menjadikan Masjid Jannatul Huda sebagai pusat kegiatan positif. “Masjid harus menjadi tempat pemersatu. Jangan pernah menyepelekan shalat karena itulah bekal utama kita saat kembali kepada-Nya nanti,” tambahnya.
Peringatan Isra Mi’raj ini pun berakhir dengan suasana penuh kebersamaan, memperkuat sinergi antara pemerintah dan warga dalam membangun aspek spiritual maupun fisik daerah.


Tinggalkan Balasan