Sangatta News — Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kutai Timur (Kutim) meluncurkan aksi kemanusiaan berskala daerah. Korps Korps Bhayangkara berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutim untuk merenovasi total 8 unit hunian milik warga kurang mampu agar menjadi rumah yang layak huni.
Agenda bedah rumah ini merupakan bagian dari program bakti sosial serentak yang diinstruksikan oleh jajaran Polda Kalimantan Timur. Di tingkat lokal Kutim, eksekusi di lapangan melibatkan kemitraan teknis bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Target 20 Hari Rampung: Pekerjaan Mulai Berjalan
Ketua Panitia Pelaksana Bedah Rumah Polres Kutim, AKP Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa tim gabungan sudah bergerak cepat di lapangan demi mengejar target waktu yang telah ditentukan.
Proses pembongkaran dan pembangunan ulang struktur rumah telah dimulai sejak 8 Juni 2026 dan ditargetkan rampung total pada 27 Juni 2026. Panitia telah merampungkan validasi pendataan rumah penerima bantuan, pembagian plot tugas personel, hingga penataan logistik material.
AKP Slamet Riyadi melayangkan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif personel polres, dinas pemda, dan masyarakat sekitar yang bahu-membahu mempercepat pembangunan.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa momentum pertambahan usia Korps Polri ke-80 ini harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat arus bawah, khususnya yang membutuhkan uluran tangan.
“Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran Polri bukan hanya dalam menjaga keamanan, namun juga melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi warga yang membutuhkan,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Kapolres menambahkan, kepemilikan hunian yang aman, nyaman, dan sehat secara struktural diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup dan kesejahteraan para keluarga penerima bantuan. Hubungan emosional dan kepercayaan (trust) antara Polri dan masyarakat Kutim pun diharapkan dapat terjalin semakin erat melalui fondasi gotong royong ini.


Tinggalkan Balasan