Sangatta News — Guratan fajar belum sepenuhnya sempurna di langit Sangatta, Minggu (28/6/2026) pagi. Namun, halaman Mapolres Kutai Timur (Kutim) sudah menjelma menjadi lautan manusia yang dinamis. Sebanyak 659 pelari dari berbagai kalangan berderap di atas aspal, bersahutan dengan riuh tawa dan musik penyemangat dalam gelaran Bhayangkara Run 5K.

Event yang diarsiteki Polres Kutim berkolaborasi dengan komunitas lari Sangattaplayon (bagian dari Indorunners) ini sukses menyulap agenda seremonial Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara menjadi pesta olahraga masyarakat yang inklusif sekaligus panggung pemanasan para atlet daerah.

Di tengah kerumunan, penampilan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tampak tak berbeda dengan peserta lainnya. Mengenakan jersey olahraga lengkap dengan nomor dada, sang kepala daerah langsung melesat begitu bendera start dikibarkan.

Tidak ada sekat protokoler yang kaku. Di bawah rona mentari pagi, Bupati Ardiansyah kompak mengayunkan kaki menjaga ritme napas bersama Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, Kadispora Basuki Isnawan, serta Ketua KONI Kutim Rudi Hartono. Mereka menyusuri rute 5 kilometer yang menantang: mulai dari Mapolres Kutim, melintasi depan Masjid Agung Al Faruq, patung pesawat, bukit pandang, hingga area depan Kantor Bappeda sebelum finis kembali di Mapolres.

“Saya ingin menunjukkan bahwa stamina dan kedekatan dengan masyarakat harus terus dijaga secara nyata di lapangan,” ujar Ardiansyah di sela-sela menyapa warga.

Energi positif ini menular kuat kepada para peserta. Novita Rahayu, seorang guru dari SMAN 1 Sangatta Selatan, mengaku bangga bisa berkeringat di jalur yang sama dengan para pemimpin daerah.

“Seru banget! Jarang-jarang kita bisa lari bareng Pak Bupati dan jajaran Polres Kutim tanpa jarak seperti ini. Selain bikin sehat, acara ini jadi wadah silaturahmi yang asyik buat masyarakat dan aparat,” ungkap Novita dengan senyum sumringah di garis finis.

Wadah Try Out Atlet Porprov dan Karpet Merah Event Nasional

Di balik kemeriahan rekreasi warga, Bupati Ardiansyah mencatat bahwa jajaran pelari yang mendominasi podium kategori pelajar dan umum kali ini merupakan aset potensial daerah. Ajang ini secara tidak langsung menjadi ruang krusial bagi para atlet lokal untuk mengasah kemampuan.

“Hari ini yang 5 kilometer ternyata rata-rata, baik pelajar maupun umum, adalah mereka yang memang memiliki potensi. Dan itu adalah atlet Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) kita dari kategori pelajar,” beber Ardiansyah saat diwawancarai awak media.

Orang nomor satu di Kutim ini menjelaskan bahwa kompetisi garapan Polres Kutim ini berfungsi sebagai wadah uji coba (try out) awal. Langkah ini sengaja diambil untuk mematangkan kesiapan fisik pelari lokal sebelum diterjunkan ke kompetisi yang lebih besar.

Pemkab Kutim pun sudah menyusun cetak biru (blueprint) agenda lanjutan yang tak kalah mentereng. Pada September 2026 akan dilakukan pematangan fisik lewat ajang Sangatta Festival Run (kategori 5K dan 10K) serta tahun depan naik kelas ke skala nasional bahkan internasional dengan membuka kategori 21 Kilometer (Half Marathon).

Sinyal kesuksesan event ini juga terlihat dari hadirnya para pelari dari luar daerah, seperti Kota Bontang dan wilayah sekitar lainnya. Kehadiran kompetitor luar dinilai sukses mendongkrak atmosfer persaingan dan memicu arloji waktu para atlet lokal Kutim untuk berlari lebih cepat.

“Iya, tadi ada peserta dari Bontang, ada juga dari daerah lain, luar biasa. Terima kasih kepada Polres Kutim yang memberikan kesempatan kepada atlet kita untuk mengasah kemampuannya,” pungkas Ardiansyah.

Melalui Bhayangkara Run 5K, Polres Kutim tidak hanya berhasil merayakan hari jadinya yang ke-80 secara meriah, tetapi juga sukses menyebarkan virus hidup sehat di Bumi Untung Benua. Bagi warga Sangatta, melihat para petinggi daerah bersimbah keringat bersama di jalanan adalah simbol kuat bahwa Kutim siap berlari menyongsong masa depan yang lebih sehat, kompetitif, dan harmonis.