Sangatta News — RSUD Kudungga Kutai Timur (Kutim) mencatatkan rapot kinerja pelayanan publik yang impresif. Berdasarkan hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Tahun 2026 yang digarap bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (Unmul), rumah sakit milik Pemkab Kutim ini berhasil meraih nilai 95,34 poin alias mengantongi predikat Kategori A (Sangat Baik).
Capaian ini menandai lompatan signifikan sebesar 7,52 poin jika dibandingkan dengan hasil survei tahun sebelumnya yang berada di angka 87,82. Laporan hasil IKM tersebut dipaparkan secara resmi di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Kamis (23/7/2026), dengan dihadiri langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, manajemen RSUD Kudungga, serta tim akademisi Unmul.
Direktur RSUD Kudungga, dr. Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa nilai IKM ini mengukur patient experience (pengalaman langsung pasien) secara menyeluruh—mulai dari prosedur, biaya, kompetensi SDM, hingga penanganan aduan.
Dari 9 unsur pelayanan publik yang dinilai, 8 unsur sukses menyapu bersih Kategori A (Sangat Baik). Unsur dengan skor tertinggi diraih oleh kemudahan persyaratan pelayanan serta keterjangkauan biaya dan tarif (masing-masing menyentuh indeks 3,97).
Namun, manajemen RSUD Kudungga tidak menutup mata terhadap evaluasi. Satu-satunya indikator yang berada di Kategori B (Baik) adalah waktu penyelesaian layanan dengan indeks 3,44.
“Hasil ini menjadi bahan evaluasi jujur bagi kami untuk terus berbenah. Catatan khusus kami ada pada efisiensi waktu tunggu pelayanan, baik di poliklinik rawat jalan maupun proses pasien mendapatkan kamar rawat inap,” tegas dr. Yusuf.
Sebagai langkah konkret, RSUD Kudungga siap menindaklanjuti rekomendasi akademisi Unmul melalui digitalisasi sistem (optimalisasi IT), pemangkasan birokrasi di area IGD & rawat jalan, serta penguatan kanal aduan masyarakat yang lebih responsif.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi atas keterbukaan RSUD Kudungga dalam mengukur kepuasan publik secara periodik dan objektif. Menurutnya, angka 95,34 adalah bukti nyata komitmen perbaikan fasilitas kesehatan di Kutim.
Meski demikian, Ardiansyah mengingatkan agar capaian ini tidak membuat jajaran manajemen berpuas diri.
“Nilai 95,34 ini tentu capaian yang sangat baik. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana data ini dijadikan pijakan evaluasi berkala. Kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan terus berkembang, maka respons kita pun harus makin cepat dan fleksibel,” ujar Ardiansyah.
Perwakilan Unmul, Ratno Adrianto, menambahkan bahwa sebagai RS rujukan utama di Kutim, kewajiban survei tahunan IKM ini berfungsi sebagai kompas strategis agar RSUD Kudungga selalu relevan dengan ekspektasi masyarakat.


Tinggalkan Balasan