Sangatta News – Masyarakat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepuluh hari ke depan. Berdasarkan rilis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kutai Timur bagian tengah diprediksi akan dihantam curah hujan kategori Tinggi dengan intensitas mencapai 150 hingga 300 mm.
Tidak hanya curah hujan yang pekat, sifat hujan di wilayah Kutai Timur bersama Berau dan Mahakam Ulu juga diprediksi masuk dalam kategori Atas Normal (116 – 200%), yang berarti intensitasnya jauh lebih kuat dibandingkan kondisi biasanya di periode yang sama.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, menjelaskan bahwa secara umum Bumi Etam masih akan didominasi oleh hujan kategori menengah.
“Sebagian besar Provinsi Kalimantan Timur diprediksi mengalami curah hujan kategori Menengah (50 – 150 mm) dengan peluang hujan mencapai lebih dari 90%,” ungkap Riza dalam keterangan resminya, Rabu (11/3/2026).
Berikut adalah rincian zonasi cuaca Kaltim periode 11-20 Maret 2026:
- Zona Merah (Curah Hujan Tinggi: 150 – 300 mm): Kutai Timur bagian tengah, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara bagian utara, dan Kutai Barat bagian utara.
- Zona Menengah (50 – 150 mm): Mendominasi sebagian besar wilayah Kaltim dengan peluang terjadinya hujan sangat tinggi.
- Zona Rendah (0 – 50 mm): Hanya mencakup sebagian kecil wilayah pesisir timur Kaltim dengan peluang hujan antara 50% – 60%.
Kutai Barat Catat Rekor Tertinggi
Meskipun Kutai Timur masuk dalam kategori tinggi, rekor curah hujan tertinggi saat ini tercatat berada di Kabupaten Kutai Barat, tepatnya di Kecamatan Barong Tongkok dengan jumlah curah hujan mencapai 313 mm.
Secara umum, sifat hujan di Kaltim diprediksi didominasi kategori Normal (85 – 115%). Namun, bagi warga yang berada di wilayah dengan sifat hujan Atas Normal seperti di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, BMKG menghimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir kilat dan tanah longsor, terutama di area yang memiliki serapan air rendah.


Tinggalkan Balasan