Kutai Timur – Seorang sales mobil berinisial (RR) diduga membawa kabur dana desa sebesar Rp.681 juta milik Desa Susuk Tengah, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur. Warga mendesak agar kepala desa (kades) dinonaktifkan sementara dan segera diaudit.
Kasus ini mencuat setelah warga mengetahui bahwa mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dibeli melalui (RR),kenalan dari istri kades tidak pernah dikirimkan. Transaksi pembelian mobil itu menggunakan dana dari kas desa.
Peristiwa ini diketahui warga pada 12 Agustus 2025. (RR) seorang perempuan yang hingga kini belum diketahui alamat lengkapnya, diduga melarikan dana ratusan juta rupiah tanpa ada kejelasan soal pengadaan mobil tersebut.
Pada Rabu (3/9), warga menggelar rapat bersama perangkat desa untuk membahas masalah ini. Dalam pertemuan tersebut, warga menuntut agar kades dinonaktifkan sementara dan dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan desa.
“Warga minta beliau diistirahatkan sementara dan diaudit. Tujuannya agar pemerintahan desa berjalan secara akuntabel,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga juga mengkritik proses pencairan dana dari kas desa yang dinilai tidak sesuai prosedur. Menurut mereka, pencairan Rp681 juta itu tidak melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), yang seharusnya mengetahui dan mengawasi setiap alur pengeluaran dana desa.
Tak hanya itu, warga turut menyoroti penggunaan dana RT sebesar Rp.40 juta yang sempat dipakai tanpa izin ketua RT maupun warga. Dana tersebut baru dikembalikan setelah pihak RT menegur pemerintah desa.
“Pembangunan desa juga berjalan sangat lambat. Warga kecewa karena pengelolaan keuangan tidak transparan. Kejadian ini jelas mencederai kepercayaan masyarakat,” lanjut warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, kepala desa dan aparat terkait belum memberikan pernyataan resmi. Warga berharap pihak kepolisian dan inspektorat segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan penggelapan dana desa ini.(ai)


Tinggalkan Balasan