Sangatta News – Kabar menggembirakan datang dari dunia pariwisata Kutai Timur (Kutim). Di tengah ketatnya seleksi ajang Karisma Event Nusantara 2026 (KEN 2026) yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Festival Adat dan Budaya Lom Plai berhasil menorehkan prestasi dengan lolos pada tahap administrasi.
Dari sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mengusulkan agenda unggulan, hanya empat event yang berhasil melangkah ke tahap selanjutnya, dan salah satunya datang dari Tuah Bumi Untung Benua ini.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim Akhmad Rifanie, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menuturkan bahwa proses seleksi yang dilakukan Kemenparekraf tidak mudah. Ratusan proposal dari berbagai daerah di Indonesia bersaing untuk bisa menembus tahapan berikutnya.
“Setelah melalui proses pengusulan proposal dan tahap administrasi, kami bersyukur Festival Lom Plai dinyatakan lolos untuk melangkah ke tahap presentasi dan kurasi,” ujar Rifanie saat dikonfirmasi, Sabtu (18/10/2025).
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan menjadi syarat mutlak agar suatu event dapat diakui secara nasional. Sebuah kegiatan budaya harus digelar rutin minimal tiga kali berturut-turut agar dianggap memiliki keberlanjutan serta dampak nyata bagi masyarakat. “Event harus punya rekam jejak yang kuat, bukan hanya sekali atau dua kali diadakan. Harus berkelanjutan dan memiliki dampak ekonomi serta budaya yang jelas bagi masyarakat,” imbuhnya
Tahapan berikutnya yang akan dijalani adalah presentasi dan kurasi, yang dilakukan oleh tim kurator independen bentukan Kemenparekraf. Pada tahap itu, setiap daerah diminta menampilkan potensi dan keunggulan event mereka secara utuh, baik dari aspek pelaksanaan, kreativitas, maupun pengaruhnya terhadap sektor ekonomi kreatif.
“Kami sedang mempersiapkan seluruh materi dan data pendukung untuk keperluan presentasi tersebut. Rencananya akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan November 2025,” terangnya.
Rifanie menuturkan, Festival Lom Plai memiliki ciri khas tersendiri karena mengangkat adat dan budaya masyarakat Dayak Wehea. Salah satu suku yang menjaga warisan leluhur dan harmoni dengan alam. Nilai-nilai tradisi yang dikemas dalam prosesi ritual dan kesenian menjadikan Lom Plai bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga simbol pelestarian jati diri daerah.
“Semoga Lom Plai bisa kembali ditunjuk untuk ketiga kalinya masuk dalam jajaran event berskala nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaannya,” ucapnya penuh harap.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan visi besar Pemerintah Kabupaten Kutim melalui 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati, terutama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan serta penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. “Kami berharap dukungan semua pihak agar Lom Plai tidak hanya menjadi agenda tahunan daerah, tapi juga ikon nasional yang mengharumkan nama Kutim,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan