Sangatta News – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupatan Kutai Timur (Kutim) mengusulkan pembangunan Lapangan Mini Soccer sebagai Ikon Olahraga yang representatif sekaligus memiliki potensi ekonomi. Kepala Desa Swarga Baru Wahyuddin Usman, menyebut rencana ini lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas olahraga sebagai salah satu program prioritas pada 2025.
Menurut Wahyuddin, dari tiga desa yang ada di wilayah Sangatta Utara, hanya Desa Swarga Bara yang memiliki lapangan sepak bola. Kondisi ini menjadi dasar pihaknya untuk mengubah lapangan desa yang ada saat ini menjadi arena mini soccer yang lebih modern. “Selain untuk mendukung kegiatan olahraga, lapangan ini juga bisa menjadi sumber pendapatan asli desa atau PADes (Pendapatan Asli Desa),” ujarnya.
Ia mencontohkan, di beberapa daerah seperti Bontang, penyewaan lapangan mini soccer bisa mencapai Rp400 ribu per jam. Potensi serupa, kata dia, bisa dikembangkan di Desa Swarga Bara, mengingat olahraga sepak bola selalu digemari masyarakat lintas generasi. “Sepak bola itu olahraga yang tidak lekang oleh waktu. Kalau kita kelola dengan baik, bisa menjadi ikon baru bagi desa,” tambahnya.
Selain mendorong aktivitas positif di kalangan remaja, Wahyuddin menilai pembangunan mini soccer juga menjadi langkah strategis untuk menekan dampak negatif penggunaan gawai berlebihan. “Dengan adanya fasilitas olahraga, anak-anak kita punya kegiatan positif. Ini investasi untuk generasi mendatang,” tuturnya.
Ia berharap dukungan pemerintah kabupaten dan pihak perusahaan di sekitarnya dapat mempercepat realisasi pembangunan tersebut. Pemerintah desa juga membuka peluang kolaborasi agar rencana itu tak hanya menjadi proyek fisik, tetapi juga wadah pembinaan bakat dan penguatan ekonomi desa. “Kami ingin lapangan mini soccer ini menjadi kebanggaan masyarakat Swarga Bara,” tambah Wahyuddin. (Adv)


Tinggalkan Balasan