Sangatta News – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya memperkuat kemitraan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) guna membuka peluang bagi pelaku usaha lokal menjadi bagian dari rantai pasok. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui sektor pertanian dan peternakan.

“Saat ini belum ada kerja sama resmi atau MOU (nota kesepahaman) antara desa dan pihak MBG. Tapi kami berharap hasil dari peternakan ayam petelur maupun pertanian di Desa Swarga Bara bisa menjadi pemasok ke dapur MBG,” ujar Wahyuddin.

Ia menjelaskan, pemerintah desa terus berupaya memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan konsisten dalam jumlah pasokan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan bantuan bibit dan pelatihan pertanian bagi kelompok tani.

Namun, bantuan tersebut bersifat sementara karena ke depan masyarakat diharapkan bisa lebih mandiri. “Kami perlahan mengurangi ketergantungan. Tahun sebelumnya mungkin kami bantu 100 persen, sekarang kami turunkan jadi 50 persen agar mereka perlahan bisa belajar berdikari,” katanya.

Wahyuddin menilai, model pemberdayaan yang berkesinambungan akan menciptakan pemerataan dan keadilan bagi kelompok lain di desa. Ia juga membuka peluang bagi MBG untuk memberikan edukasi teknis secara langsung kepada warga, terutama dalam hal standar keamanan pangan dan sistem distribusi hasil pertanian.

“Kalau ada pembinaan langsung dari pihak MBG atau lembaga teknis seperti SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), itu akan sangat membantu petani kita memahami sistem pasar modern,” ujarnya. Ia berharap, kemitraan ini ke depan dapat menjadi contoh sinergi antara sektor industri dan desa dalam mengembangkan ekonomi lokal berbasis masyarakat. (Adv)