Sangatta News – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, kini tengah mengubah arah kebijakan pembangunan desa. Fokus yang sebelumnya banyak tertuju pada sektor infrastruktur, kini bergeser ke penguatan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan, tahun-tahun sebelumnya pemerintah desa banyak memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, seperti bibit pertanian dan pakan ternak. Namun, tahun ini pendekatannya diubah menjadi bantuan parsial, di mana masyarakat turut berkontribusi dalam pengadaan kebutuhan usaha mereka.
“Dulu semua kami bantu penuh, sekarang kami kurangi porsinya supaya mereka belajar mandiri. Kalau dulu 100 persen dari desa, sekarang setengahnya kami bebankan ke masyarakat. Tujuannya agar mereka punya rasa tanggung jawab dan semangat berusaha,” jelas Wahyuddin.
Ia menegaskan, pendekatan ini bukan berarti pemerintah desa mengurangi perhatian terhadap masyarakat, tetapi justru untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih kuat. Program pemberdayaan ini diharapkan melahirkan kelompok-kelompok usaha produktif yang mampu bertahan tanpa terus bergantung pada dana desa.
Selain itu, Wahyuddin juga mendorong sinergi dengan dunia usaha seperti MBG, agar hasil pertanian dan peternakan warga dapat diserap industri lokal. Dengan demikian, perputaran ekonomi dapat terjadi di tingkat desa tanpa harus menunggu proyek besar dari luar.
“Kami ingin ekonomi warga tumbuh dari bawah, dari hasil kerja mereka sendiri. Itu baru namanya pemberdayaan,” tegasnya. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting bagi Desa Swarga Bara untuk menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi tenaga kerja, tapi juga pelaku ekonomi yang mandiri. Ini menjadi arah pembangunan Swarga Bara ke depan,” tegas Wahyuddin. Dengan semangat itu, Desa Swarga Bara mulai menapaki jalan kemandirian membangun dari lahan sendiri. (Adv)


Tinggalkan Balasan