Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) secara resmi meluncurkan Program SIKAT (Strategi Internet Kutai Timur Aman dan Terkelola), Rabu (19/11/2025). Program ini disiapkan sebagai solusi berkelanjutan untuk mengatasi hambatan serius dalam ekosistem pendidikan digital di Kutim.
Kepala Dinas Kominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H Siburian, mengakui bahwa ketimpangan akses internet telah lama menjadi masalah, mulai dari terhambatnya administrasi digital, gangguan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), hingga terbatasnya akses guru dan siswa terhadap sumber belajar daring.
Ronny Bonar menegaskan bahwa Program SIKAT jauh melampaui sekadar menyediakan koneksi. Program ini dirancang untuk menghadirkan solusi berkelanjutan, memastikan akses merata, keamanan digital terjaga, dan pengelolaan internet di sekolah berjalan transparan serta sesuai kebutuhan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa tugas utama Diskominfo adalah memastikan layanan internet aman, terkelola, dan tidak disalahgunakan di luar keperluan sekolah.
Kepada para peserta sosialisasi, ia berpesan agar mereka menjadi agen perubahan digital, membangun budaya digital yang sehat, serta melakukan monitoring rutin demi transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Di tempat yang sama, Kabid Infrastruktur TIK Diskominfo Staper Kutim, Sulisman, memaparkan data yang menjadi latar belakang urgensi program ini. Dari total 694 sekolah dan 18 koordinator wilayah (Korwil), hanya 191 sekolah yang pernah menerima layanan internet gratis, namun layanan tersebut terhenti sejak Maret 2025 karena kehabisan kuota.
Sulisman menjelaskan bahwa SIKAT kini dirancang dengan lima komponen teknis yang komprehensif, meliputi penyediaan dashboard terpusat untuk monitoring real-time, penerapan manajemen bandwidth yang memprioritaskan pembelajaran, pemasangan content filtering berbasis MikroTik, penggunaan sistem autentikasi bagi guru dan siswa, hingga pembuatan peta digital akses sekolah.
Implementasi program akan dilakukan bertahap, dimulai dengan pemasangan 10 akses baru dalam 60 hari pertama, dilanjutkan penyempurnaan sistem, hingga integrasi menyeluruh ke platform pendidikan daerah. Sulisman menyimpulkan bahwa SIKAT adalah komitmen Pemkab untuk membangun infrastruktur TIK yang andal dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Kutai Timur.
Apresiasi terhadap program ini datang dari perwakilan sekolah, seperti Kepala Sekolah 014 Sangatta Utara, Mulhatim, yang menyampaikan terima kasih dan berharap SIKAT dapat berjalan berkelanjutan, terutama karena sekolahnya tengah menjalankan program Sekolah Rujukan Google yang sangat membutuhkan akses internet stabil.


Tinggalkan Balasan