Sangatta News – Semangat Kelompok Tani Muda (KTM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) makin terlihat, namun pemerintah daerah dinilai perlu mempercepat pemberian akses lahan agar potensi generasi baru ini benar-benar bisa berkembang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengakui kelompok tani di bawah naungan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) itu sebagai salah satu komunitas paling aktif saat ini. Anak muda tersebut tak hanya menggarap sektor pertanian, tetapi juga mulai masuk ke perikanan. “Mereka bergerak terus, bukan hanya di pertanian tapi juga di perikanan,” kata Dyah.

Meski begitu, Dyah menyebut skala garapan KTM masih terbatas karena lahan yang belum memadai. Ia menegaskan, potensi mereka akan jauh lebih besar bila diberikan ruang lebih luas. “Dampaknya masih belum begitu luas, tapi paling tidak embrionya sudah ada. Kalau mereka dapat lahan lebih luas, saya yakin bisa eksis,” ujarnya.

DTPHP sendiri membuka ruang pendampingan dan koordinasi penuh bagi KTM. Menurut Dyah, para pemuda ini menunjukkan komitmen tinggi dan rutin menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah. “Mereka semangatnya luar biasa dan selalu koordinasi dengan kami,” tambahnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa regenerasi petani di Kutim sebenarnya sudah berjalan. Tantangannya kini berada pada pemerintah untuk memastikan akses lahan dan fasilitas dapat dipenuhi, sehingga potensi petani muda tidak berhenti di level inisiatif, tetapi tumbuh menjadi kekuatan nyata sektor pangan daerah.

Jika Kutim memberi ruang lebih luas, energi KTM bisa menjadi penggerak transformasi pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Apalagi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman telah menargetkan membuka 20 ribu hektar sawah hingga 2030. Dari total 2.638 hektar sawah eksisting, jika program tahun ini tuntas, Kutim akan menambah hampir 4.000 hektar sawah baru. (Adv)