Sangatta News – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menunjukkan keseriusannya menguatkan sektor pertanian. Tahun ini, Kutim menjadi daerah dengan alokasi cetak sawah terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim), yakni 1.150 hektar dari total 1.800 hektar jatah provinsi.

Jumlah itu disebar ke empat kecamatan, masing-masing Long Mesangat, Sandaran, Kaubun, dan Rantau Pulung wilayah yang selama ini identik dengan pelosok namun menyimpan potensi pertanian besar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengatakan proses perencanaan dilakukan secara ketat mulai dari level UPT hingga kementerian. “Kami jaring data dari teman-teman Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di 18 kecamatan, lalu cek CPCL (calon penerima dan calon lokasi) di lapangan apakah kelompok taninya aktif dan sumber airnya memadai,” jelas Dyah.

Setelah verifikasi daerah, data dikirim ke pusat untuk pengecekan spasial sebelum penetapan titik poligon koordinat. “Setelah data fix, poligon titik koordinat dicek kembali oleh tim pusat,” tambah dia.

Alokasi besar ini mendorong percepatan target Bupati Kutim untuk membuka 20 ribu hektar sawah hingga 2030. Dari total 2.638 hektar sawah eksisting, jika program tahun ini tuntas, Kutim akan menambah hampir 4.000 hektar sawah baru.

Lebih dari sekadar bertambahnya luas tanam, langkah ini menandai perubahan arah pembangunan Kutim. Daerah yang selama bertahun-tahun bergantung pada sektor tambang kini mulai serius membangun fondasi ketahanan pangan berbasis lahan.

Transformasi ini menjadi sinyal bahwa Kutim tidak hanya memproduksi komoditas, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih stabil bagi pangan Kaltim. Dari wilayah pesisir Sandaran hingga pedalaman Long Mesangat, lumbung baru mulai tumbuh dan memberi harapan baru bagi kemandirian daerah. (Adv)