Sangatta News – Sebuah kebanggaan besar menyeruak dari sudut Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Muhammad Shafa Pandya (17), remaja dengan tinggi badan menjulang 190 sentimeter, resmi terpilih menjadi bagian dari tim nasional junior yang akan berlaga di ajang bergengsi Asian Volleyball Championship (AVC) Men’s Volleyball Champions League 2026.
Siswa kelas 2 SMK Hasanuddin ini dijadwalkan bertanding di Pontianak pada 13–17 Mei mendatang. Langkah Shafa menuju panggung Asia bukanlah kebetulan. Keberhasilannya menjadi satu-satunya atlet junior asal Kutim yang menembus klub profesional Garuda Jaya di kasta tertinggi Proliga 2026, kini memicu semangat baru bagi otoritas olahraga di Kutai Timur untuk merombak sistem pembinaan atlet di tingkat akar rumput.
Sebelum bertolak ke medan laga, Shafa melakukan kunjungan hormat (sowan) kepada Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, di ruang kerja Bupati pada Rabu (29/04/2026). Dalam pertemuan hangat tersebut, Bupati menyampaikan dukungan penuh dan harapan besar agar Shafa menjadi pionir bagi kebangkitan atlet lokal di panggung dunia.
“Saya berharap ke depan akan semakin banyak atlet dari Kutim yang mampu tampil di tingkat nasional hingga internasional,” ujar Ardiansyah Sulaiman di sela-sela pertemuan tersebut.
Untuk mendukung karier Shafa yang sedang menanjak, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dispensasi khusus terkait pendidikan. Mengingat jadwal latihan yang padat bersama klub Umika Bekasi dan Garuda Jaya, Shafa diperbolehkan mengikuti proses belajar secara daring (online).
“Sekolahnya masih kita bantu secara online di sini. Kalau dia sekolah di Jawa, nanti saat membela Kaltim dia tidak bisa memperkuat Kutim,” jelas Basuki Isnawan. Langkah ini diambil agar status kependudukan dan loyalitas atlet tetap terjaga untuk mengharumkan nama Kutai Timur di ajang tingkat provinsi maupun nasional.
Voli: Warisan Darah dan Kedisiplinan Tinggi
Bagi Shafa, voli adalah warisan. Terlahir dari pasangan Roni Agung Riyadi dan Deasy Saptarina Dewi yang merupakan mantan atlet voli, Shafa sudah akrab dengan lapangan sejak kecil. Namun, ia baru mulai menekuni olahraga ini secara serius saat duduk di bangku kelas 3 SMP. Kariernya melesat cepat, mulai dari mewakili Kutim di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga menjadi bintang muda di Proliga 2026.
Di balik kesuksesan tersebut, ada rutinitas “besi” yang ia jalani. Dalam sepekan, tiga hari difokuskan untuk pembentukan fisik di pusat kebugaran, sementara sisa harinya dihabiskan untuk pematangan teknik di lapangan. Kedisiplinan ini dipantau ketat oleh ibunya, Deasy Saptarina Dewi, yang bahkan mengontrol penggunaan gawai agar stamina dan fokus Shafa tetap terjaga.
Meski demikian, Shafa tetaplah remaja biasa yang terkadang merasa jenuh. “Tantangan terbesar itu rasa bosan karena latihan setiap hari. Biasanya saya atasi dengan refreshing, jalan-jalan, atau kulineran,” kata Shafa dengan nada rendah hati.
Momentum Pembinaan Hingga ke Kecamatan
Keberhasilan Shafa membawa efek domino bagi kebijakan olahraga di Kutai Timur. Ketua PBVSI Kutim, Ardiansyah, menyatakan bahwa capaian Shafa adalah momentum untuk memperluas jangkauan pencarian bakat. Ia menegaskan tidak ingin potensi seperti Shafa hanya muncul sekali dalam satu dekade.
“Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan dengan memperbanyak turnamen dan sesi latihan, termasuk menjaring bibit-bibit muda hingga ke tingkat kecamatan,” ungkap Ketua PBVSI Kutim.
Rencana besar kini disiapkan, di mana tim pemantau bakat akan mulai “jemput bola” ke pelosok daerah. “Harapan kita ke depan akan tumbuh lagi atlet-atlet baru. Kami akan memperbanyak event dan mulai keliling ke kecamatan untuk menjaring bakat-bakat pemain muda,” tambahnya lagi.
Kini, dengan seragam Merah Putih di depan mata, Shafa memikul harapan besar masyarakat Kutai Timur. Ajang AVC 2026 menjadi pembuktian bahwa keterbatasan jarak dari ibu kota negara bukan penghalang bagi putra daerah untuk bersinar di level benua.
“Harapannya bisa tampil maksimal dan dapat pengalaman yang bagus. Semoga ke depannya bisa ikut berkontribusi untuk generasi timnas yang lebih baik,” jelas Shafa menutup kunjungannya di Kantor Bupati.
Keikutsertaan Shafa di ajang internasional ini diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak atlet berprestasi dari Kutai Timur, yang kelak akan menghiasi berbagai cabang olahraga di kancah dunia.


Tinggalkan Balasan