Sangatta News – Kunjungan kerja Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, di Kecamatan Muara Wahau pada Selasa (20/1/2026) menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Dalam satu rangkaian acara, Bupati meresmikan sejumlah infrastruktur strategis sekaligus melantik Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Muara Wahau.
Langkah ini dipandang sebagai upaya ganda pemerintah: memperkuat struktur birokrasi desa sekaligus menyediakan fasilitas publik yang menunjang ekonomi dan kesehatan warga.
Bupati Ardiansyah mengawali agendanya dengan meresmikan Jembatan Gantung Jabdan. Infrastruktur ini telah lama dinantikan karena perannya yang krusial dalam memangkas jarak tempuh warga, terutama menjamin keselamatan akses bagi pelajar menuju sekolah serta mempercepat evakuasi layanan kesehatan.
Selain jembatan, dua fasilitas penting lainnya turut diresmikan yakni Kios Desa Wahau Baru yang diproyeksikan sebagai sentra niaga lokal untuk menggairahkan ekonomi kerakyatan. Fasilitas kedua adalah Gedung Posyandu Terpadu yang dibangun dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Gedung ini akan melayani kesehatan ibu dan anak hingga sanitasi, didukung kader yang telah terlatih di bawah naungan TP PKK Kutim.
Pelantikan Kades PAW
Puncak acara ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan Sufyan Syah Ghazali sebagai Kepala Desa PAW Muara Wahau. Sufyan akan melanjutkan sisa masa jabatan setelah memenangkan proses seleksi demokratis pada akhir 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Kutim juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pardini yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa atas pengabdiannya selama masa transisi.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah memberikan instruksi tajam mengenai pengelolaan anggaran. Ia menegaskan agar harmonisasi antara Kades, BPD, dan perangkat desa tetap terjaga demi keberhasilan pembangunan.
“Kebijakan desa harus lahir dari kesepahaman bersama. Saya instruksikan agar program Rp250 juta per RT segera diakselerasi melalui musyawarah warga,” tegas Ardiansyah. Ia memetakan tiga prioritas utama penggunaan dana tersebut yakni penghapusan kemiskinan ekstrem, intervensi pencegahan stunting serta pembangunan fisik skala kecil dengan sistem padat karya melibatkan warga lokal.
Terkait kendala Bantuan Keuangan Khusus Desa akibat realisasi transfer pusat yang baru mencapai 80%, Bupati memastikan pemerintah daerah tengah berupaya agar hak desa tetap tersalurkan tanpa mengganggu stabilitas anggaran.
Acara yang dihadiri Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Hidwan, jajaran Kepala Perangkat Daerah, serta tokoh masyarakat ini berlangsung dengan khidmat. Meski Camat Muara Wahau berhalangan hadir karena alasan kesehatan, prosesi ini tetap menjadi titik balik penting bagi Desa Muara Wahau untuk bertransformasi menjadi desa yang lebih mandiri dan sejahtera.


Tinggalkan Balasan