Sangatta News – Warga Kutai Timur (Kutim) diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan! Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda baru saja merilis peringatan dini cuaca, menempatkan sebagian wilayah Kutim di ambang curah hujan kategori Tinggi.

Prakiraan cuaca periode 11–20 Desember 2025 ini menunjukkan ancaman bencana hidrometeorologi, terutama di Kutim bagian barat, yang harus direspons segera oleh Pemkab dan masyarakat.

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, meskipun secara umum Kalimantan Timur (Kaltim) diprediksi berada pada kategori Menengah (50–150 mm), ada pengecualian serius untuk wilayah barat Kaltim.

Wilayah terdampak paling signifikan meliputi Kutai Timur bagian barat dan Kutai Kartanegara bagian utara. Kedua wilayah ini diperkirakan akan menghadapi curah hujan kategori Tinggi, dengan akumulasi antara 150 hingga 300 mm. Peluang terjadinya hujan deras di kawasan ini berkisar antara 50 hingga 70 persen.

Peringatan BMKG menjadi semakin genting dengan prakiraan sifat hujan. Sebagian wilayah Kutim bagian barat juga diprediksi mengalami sifat hujan Atas Normal (116–150%), yang berarti intensitas hujan melebihi rata-rata klimatologis biasanya.

Kondisi ini, yang juga melanda sebagian Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Berau, berpotensi besar memicu banjir, longsor, dan genangan di kawasan yang secara geografis rentan di Kutim.

Di sisi lain, BMKG juga memprediksi sifat hujan Bawah Normal (50–84%) untuk sebagian besar Berau, Penajam Paser Utara, Paser, serta beberapa bagian Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur lainnya. Kondisi yang kontras ini menunjukkan bahwa peringatan curah hujan tinggi harus ditujukan secara spesifik ke wilayah-wilayah yang masuk kategori merah.

Pemkab Kutai Timur diimbau untuk segera mengaktifkan koordinasi antar instansi (BPBD, TNI, Polri, dan aparat desa) guna melakukan deteksi dini dan mitigasi risiko, terutama di kawasan yang berbatasan dengan Kutai Kartanegara bagian utara.