Sangatta News – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman melantik Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Antar Waktu untuk Desa Muara Bengkal Ilir dan Desa Ngayau, Rabu (24/12/2025). Bertempat di Halaman Kantor Desa Muara Bengkal Ilir, prosesi ini bukan sekadar seremonial, melainkan babak baru penguatan sinergi di tingkat akar rumput.
Bupati Ardiansyah memberikan instruksi tegas kepada para anggota BPD yang baru disumpah untuk segera menanggalkan kepentingan politik dan fokus pada mandat rakyat.
“Saudara adalah representasi masyarakat tanpa unsur parpol. Segera bergerak, bekerja maksimal sesuai aturan, dan yang paling krusial adalah membangun kolaborasi dengan Pemerintah Desa dalam merumuskan Perdes serta APBDes demi kemajuan desa,” tegas Ardiansyah.
Di tengah kegembiraan pelantikan, Bupati juga membawa pesan penting terkait keselamatan warga. Berdasarkan koordinasi lintas instansi, Kutai Timur sedang berada dalam bayang-bayang curah hujan ekstrem dan risiko banjir/longsor yang diprediksi bertahan hingga Februari mendatang.
Bupati menyampaikan duka mendalam atas musibah tenggelamnya seorang anak di Kecamatan Telen baru-baru ini. Ia meminta BPD dan Pemerintah Desa memperkuat kewaspadaan di tingkat keluarga dan komunitas serta menjadi garda terdepan dalam mitigasi bencana.
Bupati Ardiansyah turut memaparkan progres pembangunan di Kutim yang kini fokus pada penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengapresiasi inovasi desa-desa di Kutim, seperti di Kecamatan Kaliorang, yang telah menginisiasi program Desa Layak Anak dan literasi berbasis budaya.
“Kutim saat ini memegang predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya dan predikat Layak Pemuda. Kita sedang menyiapkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Kuncinya adalah literasi dan memberikan kesempatan bagi anak-anak kita untuk berkembang,” ujar Ardiansyah.
Terkait infrastruktur, Pemkab Kutim terus berkomitmen memeratakan fasilitas di wilayah pedalaman dan pesisir. Kehadiran Rumah Sakit (RS) Muara Bengkal menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan, meski saat ini tantangan pengisian SDM nakes masih terus diupayakan solusinya. Sektor kelistrikan juga mendapat perhatian serius. Bupati mengonfirmasi bahwa 15 desa, termasuk Senambah dan Mulupan, telah teraliri listrik.
“Untuk wilayah Himba Lestari dijadwalkan masuk tahun depan. Kami terus berkoordinasi dengan PLN agar target seluruh desa teraliri listrik di Kutim dapat segera tuntas,” tambahnya.
Kepala Desa Muara Bengkal Ilir, Syahrani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran langsung Bupati untuk melantik jajarannya. Ia optimis pelantikan ini akan mengakselerasi pelayanan kepada warga. Senada dengan itu, Syahlan, anggota BPD yang baru dilantik, menyatakan komitmennya untuk menjalin komunikasi yang harmonis dengan pihak desa demi pembangunan masyarakat.
“Insyaallah saya akan bekerja dengan baik, saya akan bekerjasama dengan desa. Kita bersama desa membangun masyarakat dan menjalin komunikasi yang baik. Turut hadir dalam acara tersebut unsur jajaran Forkopimda, perwakilan Camat, tokoh masyarakat, serta warga desa setempat yang antusias menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.


Tinggalkan Balasan