Sangatta News – Matahari belum terlalu tinggi ketika halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur mulai dipenuhi wajah-wajah penuh sumringah. Mereka adalah para marbot, penjaga rumah ibadah, yang selama ini mengabdikan hidupnya dalam kesunyian. Menyapu lantai masjid, mengumandangkan azan, menyalakan lampu sebelum subuh, atau memastikan tikar tetap bersih untuk para jamaah.
Hari ini, Selasa (26/8/2025) pengabdian mereka terbayar dengan cara paling indah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melepas ratusan marbot menuju perjalanan suci ke Tanah Haram. Lewat Program Gratispol Umrah dan Perjalanan Religi, sebuah penghargaan tulus untuk mereka yang setia menjaga rumah ibadah.
Kloter pertama, dilepas langsung Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (26/8/2025) pukul 06.30 pagi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan mendalam kepada para jamaah. “Bapak-ibu dipilih oleh Allah untuk berangkat. Ini perjalanan bersejarah, jaga kesehatan dan jangan lupa titipkan doa agar Kaltim selalu aman, nyaman, dan sukses,” ujar Seno dengan suara bergetar haru.
Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra, Lora Sari menjelaskan, dasar hukum program ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 100.3.3.1/K.157/2025. “Tujuan utama program ini adalah memberikan penghargaan kepada marbot dan penjaga rumah ibadah non-muslim yang telah setia mengabdikan diri tanpa mengenal waktu. Ini bentuk kepedulian Pemprov Kaltim untuk memperkuat pembinaan mental spiritual umat,” jelasnya.

Di tengah barisan jemaah, tampak seorang kakek renta berusia 88 tahun. Ahmad Nur seorang penjaga masjid As-Salam, Tenggarong yang telah mengabdi selama 15 tahun. Langkahnya tertatih, bicaranya pelan, tapi senyumnya tak pernah lepas. “Alhamdulillah, senang sekali,” ujarnya pendek, menahan haru.
Bagi Ahmad, panggilan Allah ini adalah sesuatu yang tak pernah ia bayangkan. Puluhan tahun hidup sederhana sebagai marbot, kini ia dimampukan berangkat ke Tanah Suci.
Tak jauh dari Ahmad, ada Alif Maulana. Marbot muda berusia 25 tahun dari Desa Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Sudah 5 tahun ia mengabdi di sebuah surau di kampungnya. Jauh dari hingar-bingar perkotaan. Kini, ia akan berangkat ke Kota Suci umat Islam.
“Kami ingin semua marbot di Kaltim bisa merasakan juga apa yang kami rasakan. Kami tidak pernah bermimpi dan menyangka bisa mendapat umrah gratis ini kalau bukan karena program dari Gubernur Pak Rudy Mas’ud dan wakilnya. Kami merasa dihargai dan diapresiasi,” ungkapnya penuh syukur.
Program perjalanan religi ini tak hanya diperuntukkan bagi umat Islam. Tahun 2025, Pemprov Kaltim menetapkan 880 penerima penghargaan perjalanan religi. Dari jumlah tersebut, 796 orang akan direalisasikan di tahap pertama. Terdiri dari 603 orang berangkat umrah dan 193 orang non muslim diberangkatkan ke tempat ibadah masing-masing.
Jadwal keberangkatan dibagi ke dalam empat kloter. Kloter pertama, 26 Agustus 2025, sebanyak 211 orang. Kloter kedua, sebanyak 196 orang yang akan diberangkatkan pada 9 September 2025. Kloter ketiga, 96 orang akan berangkat pada 10 September 2025. Dan kloter keempat sebanyak 100 orang akan diberangkatkan pada 12 September 2025.


Tinggalkan Balasan