Sangatta News – Sektor pertanian di sejumlah wilayah di Kutai Timur kini tengah berada dalam masa kritis pasca-terjangan banjir yang merendam sejumlah lokasi produktif. Merespons kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan gerak cepat dengan menerjunkan tim identifikasi langsung ke titik-paling terdampak di Kecamatan Sangatta Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kutim, Aji Alimuddin, memimpin langsung survei lokasi di Desa Singa Geweh dan Desa Sangatta Selatan. Langkah ini diambil guna memastikan sejauh mana kerusakan lahan tani yang menjadi tumpuan pasokan pangan warga Sangatta.
Menariknya, aksi tanggap bencana ini tidak hanya dilakukan oleh jajaran birokrasi. Dinas Pertanian menggandeng organisasi kepemudaan seperti Pemuda Kutim Hebat dan KNPI Sangatta Selatan untuk menyisir lahan-lahan yang masih terendam. Kehadiran para pemuda ini diharapkan mampu mempercepat proses pendataan sekaligus memberikan dukungan moril bagi para petani yang merugi.
“Identifikasi dampak menjadi fokus utama kami saat ini dalam menyikapi bencana banjir. Kami harus turun langsung ke lapangan agar dapat memetakan secara akurat wilayah mana saja yang terdampak dan mana yang masih bisa diselamatkan,” ujar Aji Alimuddin di sela-sela peninjauannya.

Kekhawatiran utama Dinas Pertanian adalah terganggunya rantai pasok sayuran segar. Desa Singa Geweh selama ini dikenal sebagai “dapur” sayur bagi pasar-pasar di Sangatta Selatan maupun Sangatta Utara. Jika lahan di wilayah ini gagal panen akibat terendam air terlalu lama, dipastikan harga sayur-mayur di pasar akan melonjak drastis.
Aji Alimuddin menambahkan, komunikasi langsung dengan kelompok tani dilakukan untuk mendengarkan kebutuhan mendesak mereka, mulai dari bibit pengganti hingga bantuan sarana produksi (saprodi).
Melalui identifikasi ini, Dinas Pertanian Kutim akan menyusun langkah strategis untuk pemulihan (recovery) sektor hortikultura. Data lapangan yang terkumpul akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan agar para petani bisa segera kembali menanam setelah air surut.
“Kami tidak akan tinggal diam. Dinas Pertanian akan terus memantau situasi secara intensif dan memberikan dukungan penuh kepada kelompok tani terdampak agar stabilitas pangan di Sangatta tetap terjaga,” tegas Aji.
Dengan kolaborasi lintas sektoral ini, diharapkan pemulihan ekonomi di sektor pertanian Sangatta Selatan dapat berjalan lebih cepat, sehingga kebutuhan konsumsi sayuran masyarakat kembali terpenuhi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah. (Ainun)


Tinggalkan Balasan