Sangatta News – Upaya deteksi dini kanker serviks di Kutai Timur (Kutim) masih menghadapi tantangan besar. Dalam kegiatan bakti sosial yang digelar tujuh organisasi profesi di Kaliorang, Jumat (8/11/2025), pemeriksaan IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) hanya menjaring 46 perempuan, jauh di bawah target partisipasi.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kutim, Yuliana Kala Lembang, mengungkapkan keprihatinan sekaligus menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker serviks.

“Bidan selaku tenaga profesional melakukan pemeriksaan IVA Test pada puluhan peserta. Tujuannya untuk mencegah penyakit kanker serviks pada wanita dengan melakukan deteksi dini, sehingga dapat mengurangi angka kematian akibat kanker,” jelas Yuliana.

Yuliana membeberkan bahwa rendahnya partisipasi di Kaliorang yakni hanya 46% dari target 100 orang, mencerminkan masalah yang lebih besar. Berdasarkan data Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Kutim, capaian deteksi dini kanker serviks di Kutim secara keseluruhan masih di bawah 20 persen dari total sasaran.

Menurut IBI Kutim, rendahnya capaian ini disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang rendah terlihat dari kurangnya inisiatif perempuan untuk memeriksakan diri secara dini. Penyebab lainnya adalah kurangnya sosialisasi dan belum optimalnya kampanye tentang bahaya kanker serviks. Ke depan pelu kerja sama lintas sektor yang optimal serta sinergi yang lebih kuat dari berbagai pihak.

Untuk mengatasi kendala tersebut, IBI Kutim memberikan beberapa saran, antara lain meningkatkan kerja sama lintas sektor dan mitra kerja dalam memperluas cakupan deteksi dini kanker serviks di seluruh wilayah Kutim. Kemudian lanjutnya, mengaktifkan kembali Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kutim sebagai mitra pendukung kegiatan pencegahan kanker. “Dan mendorong Dinkes dan seluruh mitra terkait untuk terus melakukan kampanye pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan IVA Test secara rutin dan berkelanjutan.

Yuliana juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung bakti sosial tersebut, berharap kerja sama ini terus terjalin untuk melayani masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan perempuan. “Terima kasih kami sampaikan kepada ketua panitia bakti sosial, pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, serta seluruh mitra yang selalu mendukung IBI dalam melaksanakan perannya di masyarakat. Semoga kita semua dimampukan dalam melayani masyarakat,” jelas Yuliana.