- Para pegowes pemula mayoritas bersepeda hanya sebagai gaya hidup, bukan olahraga.
- Agar aman perlu memperhatikan persiapan perangkat dan fisik, saat bersepeda, ketika istirahat, dan setelah selesai bersepeda.
Sangatta News – Berolahraga mengayuh pedal alias gowes, selain mengasyikan juga memiliki beragam manfaat terutama untuk kesehatan. Karena itu banyak orang yang mulai menekuni hobi sehat ini. Ada tips aman bagi Anda yang baru memulai hobi ini.
Bersepeda memang dianjurkan untuk menjaga kesehatan, kebugaran, menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan mental. Namun tetap harus mengedepankan keselamatan dan aman. Bersepeda dapat dilakukan pagi atau sore hari tetapi karena cenderung dilakukan di ruang terbuka, dipertimbangkan juga kondisi cuaca di sekitar. Bersepeda pada pagi hari mungkin akan lebih baik karena cuaca cenderung lebih segar, dan intensitas sinar matahari belum terlalu tinggi, sehingga radiasi sinar UV dapat Anda hindari.
Memang sepeda dapat dilakukan oleh seluruh golongan usia. Namun, seperti semua olahraga lainnya, tentunya ada batasan yang harus Anda ikuti, baik dari segi durasi, ataupun intensitasnya. Semakin bertambah usia seseorang, batasan untuk aktivitas fisik akan semakin ketat.
Pentingnya persiapan
Biasanya ara pegowes pemula mayoritas bersepeda hanya sebagai gaya hidup, bukan olahraga. Yang harus diperhatikan adalah persiapan perangkat dan fisik, saat bersepeda, ketika istirahat, dan setelah selesai bersepeda.
Pertama, para pesepeda wajib memeriksa kondisi sepeda dan perlengkapan pribadi untuk memastikan bahwa sepedanya layak jalan. Untuk meminimalisir dari cedera, orang yang akan bersepeda juga harus menggunakan pakaian yang sesuai dan lengan panjang, memakai helm, kacamata, sarung tangan, dan masker.
Kedua adalah pemanasan. Biasanya hal ini seringkali terlupakan oleh para pemula. Padahal penting untuk mempersiapkan tubuh kita untuk mengayuh dan menghindari cedera otot, tulang, dan sendi. Bagian-bagian tubuh yang sering bergerak ketika bersepeda seperti otot paha, betis, panggul, lengan dan leher merupakan sasaran utama gerakan pemanasan otot.
Ketiga, posisi tubuh saat sepeda. Hal ini sangat berkaitan erat dengan pengaturan posisi dan letak beberapa bagian sepeda yang bersentuhan langsung dengan anggota badan. Seperti jangkauan lengan dan telapak tangan pada setang, letak tulang duduk pada sadel, serta jangkauan tungkai kaki pada tinggi tiang sadel. Rasa sakit atau nyeri setelah bersepeda, dapat bersumber dari kesalahan pengaturan pada sepeda.
Keempat, perhitungkan jarak. Tentukan rute dan jarak maksimal yang akan ditempuh, termasuk istirahat di kilometer berapa. Sebaiknya ketika memulai berolahraga, mulailah dengan intensitas rendah, untuk melatih otot agar terbiasa dengan olahraga ini. Anda dapat memulai dengan beberapa sesi pendek, sekitar 30 menit sebanyak 3-5 kali dalam seminggu.
Kelima, gunakan jalur sepeda. PB ISSI dalam protokolnya juga mengimbau agar para pegowes berjalan di jalur khusus sepeda. Apabila bersepeda secara berkelompok, sebaiknya diatur menjadi rombongan kecil 2-4 pegowes. Untuk menghindari tabrakan dengan pesepeda yang ada di depan atau belakang, para pegowes juga diminta untuk menjaga jarak minimal empat meter.
Keenam, yakni pendinginan. Langkah ini dilakukan sebagai proses pemulihan setelah stamina banyak terkuras karena olahraga. Bagian-bagian yang bekerja saat bersepeda perlu relaksasi dengan gerakan pendinginan.


Tinggalkan Balasan