Sangatta News — Di tengah gempuran tren pergaulan bebas yang kian terbuka, para pelajar di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak tinggal diam. Bergerak atas dasar keprihatinan mendalam, Forum Poros Pelajar Kutim menginisiasi langkah berani dengan menggelar seminar edukatif bertajuk “Seks Bebas yang Merajalela”.
Langkah strategis ini dipaparkan langsung di hadapan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam audiensi hangat di Ruang Kerja Bupati pada Senin (5/1/2026). Seminar ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan respons atas fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan di lingkungan remaja.
Ketua Panitia, Moza Nur Salam, menegaskan bahwa minimnya pengawasan dan terbukanya arus informasi membuat pelajar rentan terjebak dalam perilaku menyimpang. “Isu seks bebas di kalangan pelajar bukan lagi hal yang bisa dianggap sepele. Ini menyangkut masa depan generasi muda, baik dari sisi benteng moral maupun risiko kesehatan yang nyata,” ujar Moza.
Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, panitia menggandeng para pakar di bidangnya. Seminar yang dijadwalkan pada Jumat, 16 Januari 2026 mendatang ini akan digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim dengan target peserta sebanyak 100 pelajar pilihan dari berbagai sekolah di Kutai Timur.
Rencanananya akan menghadirkan dr. Martin dari Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kutim yang akan mengupas tuntas ancaman kesehatan seperti HIV dan AIDS dari kacamata medis. Aktivis perempuan Sangatta juga direncanakan hadir untuk memberikan perspektif perlindungan remaja dan dampak sosial.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kutim menjadi motor penggerak sekaligus tuan rumah kegiatan ini. Arman, perwakilan IPM Kutim serta Ketua Forum OSIS Kutim, menilai bahwa selama ini pelajar sering kali tabu membahas isu seksualitas, sehingga mereka kerap mendapatkan informasi yang salah dari internet atau lingkungan yang tidak sehat.
“Pelajar perlu ruang aman untuk mendapatkan edukasi yang benar. Seminar ini kami harapkan bisa membuka wawasan sekaligus membentengi rekan-rekan dari perilaku berisiko,” ungkap Arman.
Melalui sinergi antara Forum OSIS, IPM, dan berbagai organisasi pelajar lainnya, kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi penguatan karakter remaja di Kutai Timur agar lebih bertanggung jawab terhadap masa depan mereka sendiri.


Tinggalkan Balasan