Sangatta News – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional untuk menjaga stabilitas harga pangan. Menyongsong hiruk-pikuk Idulfitri 1447 H, Bumi Etam resmi mengoptimalkan “Mandau Kaltim”, sebuah instrumen berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk menghalau lonjakan inflasi.

Langkah strategis ini dibahas dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltim, Jumat (6/3/2026).

Aplikasi Mandau Kaltim (Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama) kini menjadi tulang punggung kebijakan Pemprov. Dengan integrasi AI, sistem ini mampu memantau fluktuasi harga secara real-time lintas instansi, memberikan data presisi bagi pemerintah untuk melakukan intervensi sebelum harga lepas kendali.

“Mandau Kaltim dioptimalkan sebagai instrumen perumusan kebijakan yang lebih responsif. AI membantu kita bertindak lebih cepat berdasarkan data terintegrasi,” ungkap Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan.

Strategi 4K dan Intervensi Pasar

Menghadapi komoditas yang secara historis menjadi “biang” inflasi saat Lebaran, TPID Kaltim menerapkan strategi 4K yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

Wakil Gubernur Kaltim sekaligus Ketua TPID, Seno Aji, menegaskan bahwa koordinasi lintas daerah menjadi harga mati. “Kita perlu memastikan distribusi lancar dan menahan gejolak harga agar warga bisa merayakan Lebaran dengan tenang,” tegasnya.

Selain urusan perut, Kaltim juga tancap gas dalam digitalisasi keuangan. Melalui TP2DD, penggunaan QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) terus diperluas untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengingatkan agar seluruh langkah ini tetap selaras dengan Roadmap TPID 2025–2027. Tujuannya jelas: Kaltim tidak hanya ingin aman saat Lebaran, tapi juga memiliki ketahanan ekonomi struktural dalam jangka panjang.

Dengan kolaborasi antara kearifan koordinasi dan kecanggihan teknologi AI, Kalimantan Timur siap memastikan meja makan warganya tetap terisi tanpa harus tercekik harga tinggi di hari raya nanti.