Sangatta News – Polres Kutai Timur melakukan kegiatan sosialisasi penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026. Sosialisasi ini digelar di SMAN 1 Rantau Pulung pada Kamis (20/11/25) diikuti oleh 95 pelajar.

Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Kutim dipimpin Kasubag Dalpers AKP Budi Dwi Purwanto memberikan penjelasan lengkap mengenai mekanisme penerimaan anggota Polri. Materi yang disampaikan mencakup jalur penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, hingga Tamtama, beserta persyaratan administrasi, tahapan seleksi, dan ketentuan umum lainnya.

Dalam paparannya, AKP Budi menekankan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan berdasarkan asas BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Para siswa diingatkan agar tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menawarkan jalan pintas menuju kelulusan. “Setiap peserta memiliki peluang yang sama. Proses seleksi tidak bisa dibeli, tidak bisa dimanipulasi. Semua tahapan dilakukan secara terbuka dan diawasi secara ketat,” tegasnya.

Sementara itu secara terpisah, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan komitmen penuh Polres Kutim untuk menjaga integritas proses rekrutmen Polri di wilayah Hukum Polres Kutai Timur. “Kami memastikan bahwa penerimaan anggota Polri berjalan murni dan profesional, tanpa pungutan liar, tanpa titipan, maupun praktik kecurangan lainnya. Prinsip BETAH menjadi landasan utama kami,” ujarnya.

Kapolres juga mengapresiasi antusiasme para pelajar dalam mengikuti sosialisasi tersebut. “Semoga semakin banyak putra-putri Kutai Timur yang siap berkompetisi secara sehat untuk menjadi bagian dari Polri. Integritas dan semangat para generasi muda ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat di masa depan,” jelas AKBP Fauzan.