Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan aplikasi SIGAP Koperasi (Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memperkuat tata kelola serta pengawasan koperasi di daerah. Peluncuran yang digelar Kamis (27/11/2025) siang itu menjadi momentum penting dalam transformasi digital layanan publik, khususnya di sektor koperasi.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam sambutannya menegaskan SIGAP merupakan bagian dari akselerasi tata kelola berbasis data yang kini menjadi tuntutan kinerja pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya hadirnya data center terpadu yang mampu memantau seluruh aktivitas perangkat daerah, termasuk sektor koperasi.

“Saya sudah perintahkan Kominfo menyiapkan data center. Bupati harus punya kemampuan monitoring, penilaian, dan perbaikan secara kritis,” ujar Ardiansyah. Ia menargetkan sistem data terpadu tersebut bisa mulai diakses pada Januari mendatang sebagai bagian dari program Satu Data Kutai Timur.

Menurut Ardiansyah, kehadiran SIGAP Koperasi melengkapi berbagai inovasi aplikasi yang selama ini dihasilkan melalui aksi perubahan perangkat daerah. Langkah ini dinilai sangat penting mengingat perkembangan koperasi di Kutim menunjukkan tren positif. Dari total 1.450 koperasi, kini sekitar 500 telah berstatus sehat lonjakan signifikan dibandingkan periode 2021–2022.

“Dalam dua sampai tiga tahun terakhir, kondisi koperasi kita membaik. Ini sejalan dengan fokus pemerintah pusat terhadap penguatan ekonomi kerakyatan,” kata Ardiansyah.

Ia juga menyinggung program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kini mulai berkembang menjadi gerai-gerai ekonomi modern di tingkat desa. Program tersebut dinilai memperkuat ekosistem usaha masyarakat, sejalan dengan prinsip “dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat”.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kutim, Teguh Budi Santoso, menjelaskan SIGAP Koperasi dikembangkan melalui aksi perubahan Diklat Kepemimpinan Administrator yang digagas Kabid Kelembagaan dan Pengawasan, Firman Wahyudi. Aplikasi ini memuat data komprehensif mengenai status kelembagaan, kesehatan koperasi, hingga lokasi dan jenis usaha.

“SIGAP dirancang untuk menghadirkan layanan publik yang transparan, akuntabel, dan real time. Aplikasi ini mempermudah identifikasi, monitoring, evaluasi, hingga pengawasan koperasi secara terukur dan tepat sasaran,” ujar Teguh.

Ia menyebutkan sejumlah manfaat dari aplikasi tersebut, mulai dari efisiensi pengawasan, penyediaan basis data valid, peningkatan kualitas tata kelola, hingga mendorong koperasi menjadi lebih adaptif di era digital. Tujuannya, kata dia, adalah menuju koperasi sehat yang pada akhirnya mendukung kesejahteraan anggota dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Teguh juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah daerah. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran atas arahannya. Semoga implementasi SIGAP Koperasi berjalan berkesinambungan dan memberi dampak nyata bagi perekonomian Kutai Timur,” ucapnya. (Adv)