Sangatta News – Kisah tragis menimpa tujuh pemancing di Kutai Timur. Setelah tiga hari pencarian yang intens, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban dari insiden perahu tenggelam yang terjadi Rabu (3/9/2025). Dari total tujuh orang, hanya dua yang ditemukan selamat, sementara lima lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan rasa duka mendalamnya atas musibah ini. Ia juga mengapresiasi kerja keras tim gabungan, termasuk Polairud, dalam upaya pencarian di medan yang sangat menantang.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh tim yang telah bekerja tanpa lelah. Selama tiga hari pencarian, Polairud bersama tim gabungan berhasil menemukan dua korban selamat dan lima korban meninggal dunia,” ujar AKBP Fauzan, Jumat (4/9/2025).

Kapolres menjelaskan bahwa medan pencarian di sekitar Sungai Pelawan sangatlah berbahaya. Selain arus yang deras, area tersebut juga merupakan habitat buaya, sehingga tim harus bekerja ekstra hati-hati.

Lebih lanjut, AKBP Fauzan Arianto mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu memprioritaskan keselamatan saat beraktivitas di perairan. “Kapolres Kutai Timur turut berduka atas musibah ini, dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan dalam melakukan aktivitas di perairan dengan menggunakan baju pelampung,” pungkasnya.

Dari tujuh korban, dua orang berhasil diselamatkan tak lama setelah insiden terjadi, sementara lima jenazah lainnya berhasil dievakuasi pada Jumat pagi. Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan saat berhadapan dengan alam.