Informasi yang dihimpun menyebutkan, keresahan warga mulai muncul setelah beredar kabar terkait adanya transaksi lahan yang diduga melibatkan pihak pemerintah desa. Sejumlah warga mengaku tidak pernah dilibatkan maupun diberi informasi mengenai proses penjualan lahan tersebut.

Merasa hak mereka diabaikan, masyarakat kini mulai melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi internal guna menyatukan sikap sebelum melaksanakan aksi demonstrasi secara terbuka. Aksi tersebut direncanakan sebagai bentuk tuntutan klarifikasi dan transparansi dari pemerintah desa.

Salah satu perwakilan warga menyampaikan bahwa masyarakat hanya menginginkan kejelasan terkait status lahan yang diduga telah diperjualbelikan. Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan resmi agar persoalan tidak semakin memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kami ingin penjelasan yang terbuka. Jika memang ada penjualan lahan, masyarakat seharusnya mengetahui dan dilibatkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah Desa Pengadan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Masyarakat berharap permasalahan dapat diselesaikan melalui dialog terbuka antara warga dan pemerintah desa. (Jamaluddin)