Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rachmat Nugraha, S.Ip., M.Sc menggelar cara ramah tamah di Ruang Miranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (19/6/2025). Suasana hangat dan semangat saling mendukung di berbagai sektor pembangunan mewarnai agenda acara itu.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, dalam sambutannya di hadapan Pangdam VI/Mulawarman, para pejabat daerah, pimpinan PT Kaltim Prima Koal (KPC), dan tokoh masyarakat dengan bangga memperkenalkan Kutim sebagai ‘Miniatur Indonesia’. Ia memaparkan secara gamblang potensi kekayaan Kutim yang melimpah ruah. Tidak hanya sektor pertambangan, perkebunan, dan pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi, tetapi juga cerita unik yang membuat Pangdam kagum.
“Kutai Timur memiliki banyak potensi dari pertambangan, perkebunan, hingga pertanian. Semua ada di Kutai Timur. Kutim ini miniaturnya Indonesia,” ungkap Ardiansyah. Ia bahkan menyebutkan adanya cadangan logam mulia, khususnya emas, yang belum dikelola secara masif.
Ardiansyah berharap emas ini tetap terpendam sebagai aset masa depan. “Biarkan jadi aset warisan untuk 100 hingga 200 tahun ke depan. Tambang batu bara sudah cukup (untuk dibanggakan),” katanya, sambil menyinggung PT KPC yang sudah menjadi kebanggaan daerah.
Bupati juga memamerkan keunggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal khususnya pengolahan hasil pertanian dan laut. Siapa sangka, pisang khas Kutai Timur kini telah menembus pasar internasional, meskipun baru dikelola oleh kurang dari 10 pelaku UMKM. “Kami punya pisang khas Kutai Timur, Alhamdulillah sekarang sudah tersebar ke beberapa negara,” ujarnya bangga.
Selain pisang, ada juga amplang hitam unik berbahan tinta cumi, yang dijuluki “buah batu bara” karena warnanya. Meski belum sepopuler pisang, produk inovatif ini tengah dalam proses persiapan pengiriman ke Malaysia.
Sementara itu, kekayaan biota laut Kutim, khususnya ikan hiu tutul di Pulau Miang, disebut berpotensi besar menjadi objek wisata bahari yang memukau. “Kalau ada yang berkunjung ke Pulau Miang, mereka bisa berenang bersama hiu tutul. Itu jadi daya tarik tersendiri,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Bupati Kutim berharap kehadiran Pangdam dapat memberikan masukan strategis dalam pembangunan daerah, baik dalam masa jabatannya sekarang maupun ke depan. “Dengan kehadiran Pangdam di sini, kami berharap ada masukan dari beliau terkait pembangunan Kutai Timur,” ucap Ardiansyah.
Pangdam Siap Sinergi Bangun Pertanian dan Perkebunan
Ini adalah kunjungan pertama Mayjen TNI Rachmat Nugraha ke Kutim sejak menjabat Pangdam VI/Mulawarman yang meliputi wilayah komando Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Ekspresinya menunjukkan kekaguman mendalam.
“Dari apa yang disampaikan Pak Bupati tadi, saya sangat kagum dengan potensi yang ada di Kutim. Tadi saya juga berkesempatan mengunjungi PT KPC dan melihat langsung kekayaan batu bara di sana,” ujar Pangdam antusias, diselingi canda karena merasa “terlambat” berkunjung.
Ia menjelaskan, tujuan utamanya datang ke Kutim adalah untuk memastikan kinerja Kodim Sangatta berjalan dengan baik. Dari pengamatannya, hal tersebut telah tercapai. “Kehadiran saya ke sini sebenarnya untuk memastikan tugas pokok Kodim berjalan maksimal. Dan saya lihat itu sudah terealisasi dengan baik.”
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen TNI untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan Kutim, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Ini sejalan dengan amanat Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Aparat akan terlibat langsung dalam membangun Kutai Timur, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Ini perintah langsung Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan. Targetnya, ke depan tidak ada lagi impor beras,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Pangdam Rachmat Nugraha mengungkapkan keinginannya untuk sering-sering kembali ke Kutim. “Saya mohon izin, semoga saya bisa diterima kembali di Kutai Timur. Saya sangat tertarik dan ingin sering-sering berkunjung ke sini,” tambahnya, menandakan awal kolaborasi yang harmonis antara Pemkab Kutim dan Kodam VI/Mulawarman demi kemajuan daerah. [Jamal]


Tinggalkan Balasan