Sangatta News – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi jurnalis di tengah perubahan cepat lanskap media digital. Ia menyebut wartawan harus mampu bersaing dengan maraknya konten tanpa verifikasi yang beredar di platform seperti TikTok dan Instagram.
Menurutnya, penguatan kualitas jurnalistik menjadi kunci menjaga kepercayaan publik di era ketika semua orang dapat memproduksi informasi. “Silakan kalian kritis, cuma maksud saya jangan provokatif,” ujar Mahyunadi, kemarin. Ia menegaskan karya jurnalistik memiliki dampak besar terhadap masyarakat sehingga penyajiannya harus tetap akurat dan berimbang.
Mahyunadi menilai, profesionalitas jurnalis menjadi pembeda utama antara berita yang dapat dipertanggungjawabkan dengan konten sensasional yang banyak beredar di media sosial. “Itu lah kita, dari hasil uji kompetensi ini juga harus punya daya saing,” katanya.
Menurutnya, wartawan tak cukup hanya memahami teknik peliputan, tetapi juga perlu beradaptasi dengan pola konsumsi informasi baru. “Wartawan harus mampu bertransformasi memasuki media-media seperti itu,” sambungnya.
Ia meyakini, ketika wartawan mampu mempertahankan integritas dan menghadirkan berita berkualitas, masyarakat akan dengan sendirinya memilih informasi yang valid. “Nanti masyarakat punya pilihan mana yang dibaca dan mana yang benar,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, Mahyunadi juga menekankan kembali bahwa kritik tetap diperlukan dalam kerja jurnalistik, namun harus berada pada koridor profesional dan tidak menghakimi. Ia menyebut verifikasi dan keseimbangan informasi adalah prinsip yang tak boleh ditinggalkan. “Tulis saja yang penting berimbang. Berita harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Wabup Mahyunadi juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat mengubah secara fundamental cara masyarakat dalam memperoleh dan membagikan informasi. Sebuah peristiwa yang bisa tersebar ke berbagai penjuru dunia hanya dalam hitungan detik. Selain itu, pihaknya juga menuntut wartawan tidak hanya cepat, tetapi juga menjaga kualitas informasi.
“Arus informasi yang deras ini, menuntut adanya wartawan yang tidak hanya mampu melaporkan berita secara cepat, tetapi juga mampu menjaga kualitas informasi yang disajikan,” ujar Mahyunadi. (Adv)


Tinggalkan Balasan