Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan gebrakan besar dalam upaya memutus rantai stunting. Tidak tanggung-tanggung, Bupati Ardiansyah Sulaiman merangkul raksasa pertambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC) beserta 50 perusahaan kontraktornya untuk berkolaborasi dalam satu visi: Kutim Bebas Stunting.
Sinergi lintas sektor ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Wisma Raya PT KPC, Selasa (23/12/2025), yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah dan manajemen dunia usaha.
Salah satu poin paling mencolok dalam pertemuan ini adalah komitmen kuat dari dunia industri. General Manager External Affairs and Sustainable Development PT KPC, Wawan Setiawan, melontarkan tantangan sekaligus optimisme tinggi untuk menyelesaikan persoalan stunting di Kutim dalam waktu singkat.
“Hati saya terpanggil untuk bergerak bersama menyelesaikan persoalan ini. Jika 50 kontraktor yang hadir hari ini berkomitmen membantu ratusan keluarga berisiko stunting, saya yakin dalam satu tahun persoalan ini bisa kita selesaikan,” tegas Wawan Setiawan penuh optimisme.
Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa penanganan stunting kini masuk dalam ring utama program pemerintah daerah. Hal ini tercantum dalam Prioritas ke-22 dari 50 Program Unggulan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025-2030 melalui inovasi “Cap Jempol Stop Stunting”.
“Penanganan stunting tidak bisa sektoral. Lewat program ‘Cap Jempol’, kita lakukan layanan jemput bola mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga berisiko,” jelas Ardiansyah.
Agar bantuan dari perusahaan (CSR) tidak tumpang tindih, Bupati menekankan pentingnya penggunaan data By Name By Address (BNBA). Dengan data yang presisi, intervensi 50 kontraktor tersebut akan langsung menyasar target di empat wilayah prioritas yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon dan Rantau Pulung
Acting Manager Community Empowerment PT KPC, Faizal, menjelaskan, kolaborasi ini akan dikawal melalui Forum Komunikasi CSR yang rutin bertemu setiap tiga bulan. Forum ini menjadi “ruang kendali” untuk memastikan aksi kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran.
“Kami berharap seluruh potensi dan strategi kontraktor dicurahkan untuk melakukan intervensi, khususnya di wilayah terdampak tinggi seperti Sangatta Utara,” ujar Faizal.
Dengan keterlibatan aktif Wakil Bupati Mahyunadi sebagai Ketua Tim PPS Kutim, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menurunkan angka stunting secara drastis, tetapi juga menjadi fondasi kokoh menuju Generasi Emas Indonesia 2045 dari Bumi Untung Benua.


Tinggalkan Balasan