Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memasang target tinggi untuk menembus posisi tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Demi mewujudkan ambisi tersebut, Kutim akan menerapkan strategi taktis dengan fokus memaksimalkan cabang olahraga (cabor) potensial yang menyediakan banyak nomor pertandingan penentu medali emas.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa target tiga besar bukan sekadar angka, melainkan sebuah instruksi yang harus dijawab dengan kerja keras dan kalkulasi strategi yang matang oleh seluruh pengurus kontingen.
“Kita harus cermat memilih prioritas. Cabor dengan banyak nomor pertandingan harus dimaksimalkan karena sangat berpengaruh terhadap perolehan emas,” tegas Mahyunadi di sela Rapat Koordinasi Tahap I di Sekretariat KONI Kutim, Selasa (19/05/2026).
Mahyunadi, yang juga didapuk sebagai Ketua Kontingen Porprov Kutim, mengaku sangat optimistis daerahnya mampu tampil kompetitif dan menggedor dominasi kabupaten/kota lain. Salah satu faktor utama yang memicu rasa percaya diri ini adalah kesiapan logistik finansial daerah.
Saat ini, kesiapan anggaran daerah Kutim dinilai menjadi yang paling matang dan siap dibanding wilayah lain di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan modal tersebut, Mahyunadi memastikan bahwa kenyamanan dan hak-hak para atlet akan menjadi prioritas nomor satu, meliputi kualitas perlengkapan bertanding yang mumpuni, standardisasi konsumsi bernutrisi tinggi, akses transportasi yang lancar dan cepat serta fasilitas penginapan yang representatif selama pelaksanaan Porprov.
Untuk mematangkan eksekusi di lapangan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim bergerak cepat melakukan pemetaan kebutuhan riil seluruh atlet dan official. Data ini nantinya akan menjadi landasan utama dalam penyusunan final anggaran, akomodasi, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menjelaskan dari total 64 cabor yang terdaftar, pihak kementerian olahraga daerah sengaja mempersempit fokus jangka pendek demi efektivitas kerja. “Dari total 64 cabor, tahap awal ini kami fokuskan pada 36 cabor terlebih dahulu agar koordinasi berjalan lebih efektif dan terukur,” jelas Basuki.
Guna mempercepat rantai komando, Sekretariat KONI Kutim kini telah dialihfungsikan secara terpusat menjadi Sekretariat Kontingen. Distribusi informasi penting dan darurat juga dipangkas birokrasinya dengan memanfaatkan platform komunikasi instan grup WhatsApp.
Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, meminta seluruh pengurus cabang olahraga untuk tidak pasif. Ia mengimbau seluruh cabor membangun komunikasi dua arah yang aktif dengan pengurus kontingen pusat agar segala kebutuhan atlet bisa diguyur sejak awal pelatnas/persiapan. Rudi memberikan peringatan keras agar manajemen internal cabor rapi dan tidak merugikan fokus bertanding para atlet di arena nanti.
“Jangan sampai persoalan teknis baru disampaikan setelah pertandingan berlangsung. Semua harus dipersiapkan dari sekarang agar target peningkatan prestasi bisa tercapai,” ujar Rudi.


Tinggalkan Balasan