Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) semakin serius mencetak generasi emas yang religius. Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menjadikan pendidikan Al-Qur’an sebagai pilar utama pembangunan karakter pemuda di Bumi Untung Benua melalui program beasiswa unggulan.

Hal ini disampaikan Bupati saat menghadiri prosesi Khatmul Qur’an dan Imtihan ke-XIV yang digelar oleh SDIT Daarussalam Sangatta di Ruang Akasia, Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Sabtu (9/5/2026).

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti ruangan saat sebanyak 220 santri, mulai dari kelas II hingga kelas VI, mengikuti prosesi khataman. Para santri terpilih ini tidak hanya sekadar membaca, tetapi menunjukkan kemampuan luar biasa dalam tartil, turjuman (penerjemahan), hingga hafalan (tahfiz) yang mencakup Juz 1-16, serta Juz 29 dan 30.

Di hadapan para orang tua dan undangan, para santri unjuk kebolehan melantunkan ayat suci dengan fasih, membuktikan bahwa usia dini bukan halangan untuk menjadi penjaga Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah terhadap pendidikan agama tidak hanya bersifat seremonial. Pemkab Kutim telah memasukkan beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an ke dalam 50 Program Unggulan pemerintah daerah.

“Program beasiswa bagi 1.000 anak penghafal Al-Qur’an adalah bentuk nyata perhatian kami. Kami ingin memberikan dukungan penuh bagi generasi muda yang mencintai dan menjaga Al-Qur’an, baik mereka yang menempuh pendidikan di sekolah negeri maupun swasta,” tegas Ardiansyah.

Bupati menambahkan bahwa teknis dan mekanisme penyaluran beasiswa ini akan segera digodok dan diatur lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Kutim agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Bupati Ardiansyah berharap, keberhasilan SDIT Daarussalam dalam mendidik santri-santrinya bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain di Kutai Timur. Baginya, di tengah gempuran teknologi dan modernitas, penguatan nilai-nilai religius melalui Al-Qur’an adalah benteng terbaik bagi masa depan anak-anak Kutim.

“Mudah-mudahan dari Bukit Pelangi ini, lahir para pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak Qur’ani yang kokoh,” tambahnya.