Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bergerak cepat mengamankan pendanaan untuk percepatan pembangunan daerah. Dipimpin langsung Wakil Bupati Mahyunadi, Pemkab Kutim melakukan audiensi intensif dengan Kementerian PPN/Bappenas RI di Jakarta, Jumat (9/1/2026), mengusulkan dukungan anggaran yang diproyeksikan mencapai Rp 1 triliun.

Langkah strategis ‘jemput bola’ ini dilakukan untuk memastikan 50 program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Kutim periode 2025–2029 tetap berjalan maksimal di tengah fluktuasi pendapatan daerah. Usulan anggaran fantastis tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur konektivitas, sektor pertanian, serta pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Kepala Bidang Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan (PPEP) Bappeda Kutim, Marhadin, menegaskan bahwa ketergantungan pada APBD saja tidak cukup untuk membangun wilayah Kutai Timur yang sangat luas. “Kami menyadari adanya potensi penurunan pendapatan daerah. Oleh karena itu, dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Bappenas menjadi sangat krusial agar visi besar pembangunan tetap berjalan sesuai jalur (on track),” ujar Marhadin saat memberikan keterangan di Gedung Menara Bappenas.

Salah satu proyek mercusuar yang diusulkan dalam anggaran tersebut adalah pembangunan rumah sakit di Kecamatan Muara Wahau. Proyek ini dinilai vital untuk memeratakan akses layanan medis bagi masyarakat di wilayah pedalaman agar tidak lagi tertinggal dari kawasan perkotaan.

Pihak Bappenas menyambut positif inisiatif ini, namun memberikan syarat ketat terkait profesionalitas dokumen pendukung. Setiap usulan wajib disertai project proposal yang merinci indikator dampak ekonomi secara konkret.

“Wakil Bupati akan memimpin langsung untuk memerintahkan Bappeda menyusun proposal yang lebih detail. Kami harus bisa membuktikan dampak konkretnya terhadap ekonomi warga, penurunan angka kemiskinan, hingga pengendalian inflasi daerah,” tegas Marhadin.

Optimisme tinggi menyelimuti delegasi Kutim, mengingat peran strategis kabupaten ini dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional. Pemkab Kutim berharap sinergi ini membuahkan atensi khusus dari Presiden. “Kutim berkontribusi besar bagi nasional, maka sudah sepatutnya mendapatkan atensi khusus dari pusat,” tambahnya.