Sangatta News – Duka mendalam menyelimuti Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar, setelah si jago merah melalap habis permukiman warga pada Kamis (26/3/2026) siang. Menanggapi musibah besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan sinergi kuat dengan turun langsung menyerahkan bantuan darurat pada Minggu (29/3/2026).
Kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA itu menghanguskan sedikitnya 85 unit bangunan, mengakibatkan 117 Kepala Keluarga atau 337 jiwa kehilangan tempat tinggal. Di antara para penyintas, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, yakni 26 lansia, 6 ibu menyusui, 67 anak-anak, 15 balita, dan 6 batita.
Camat Batu Ampar, Ahmad Syah, tidak dapat menyembunyikan kesedihannya saat memberikan laporan di hadapan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Ia mengungkapkan bahwa upaya pemadaman telah dilakukan maksimal dengan mengerahkan dua unit damkar kecamatan, bantuan perusahaan, hingga peralatan swadaya masyarakat.
“Mohon maaf Pak, saya sedih, karena yang terbakar ini keluarga saya semua. Usaha yang kami lakukan tidak sesuai dengan yang kami harapkan, tetapi takdir Allah yang berkehendak,” ucapnya emosional.
Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, bantuan logistik mengalir deras dari berbagai pintu. Pemkab Kutim dan Dinas Sosial Kutim menyalurkan 2.290 kg beras dan 500 liter minyak goreng. Setiap warga menerima paket individu berisi beras, telur, gula, dan mi instan. Selain itu, 115 paket sembako serta bantuan sandang seperti sarung, bed cover, dan terpal juga didistribusikan.
Sementara dari Pemprov Kaltim, Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, hadir menyerahkan 226 paket permakanan lengkap (sarden, kornet, susu, biskuit) serta perlengkapan pengungsi seperti 225 lembar matras, 113 bantal, selimut, tenda gulung, hingga ratusan paket makanan siap saji dan makanan anak.
Baznas Kutim juga berencana menggelontorkan bantuan senilai Rp772 juta yang bersumber dari zakat ASN untuk difokuskan pada pembangunan hunian sementara (huntara).
Andi Muhammad Ishak menegaskan bahwa kehadiran provinsi adalah bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Sosial. “Jangan sampai setelah tertimpa bencana, kebutuhan dasar mereka tidak terpenuhi sehingga semakin menambah keterpurukan,” tegasnya menyampaikan pesan Gubernur H. Rudi Mas’ud.
Penataan Ulang dan Evaluasi Total
Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi hunian jangka panjang bagi korban meski terkendala regulasi. Namun, ia juga menyoroti fakta bahwa kebakaran di lokasi ini sudah terjadi untuk ketiga kalinya.
“Saya meminta dilakukan kajian penataan ulang permukiman di Batu Timbau guna mencegah kejadian serupa. Selain itu, masyarakat harus waspada terhadap korsleting listrik. Instalasi harus sesuai standar,” tegas Bupati.
Di sisi keamanan dan kesehatan, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arinto telah membentuk Satgas Darurat. Selain pengamanan lokasi dan pembersihan puing menggunakan alat berat perusahaan, Polri juga menyediakan layanan kesehatan serta trauma healing bagi warga yang terguncang.


Tinggalkan Balasan