Sangatta News – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) secara resmi menetapkan 13 Proyek Strategis Kabupaten Kutai Timur Tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan pembangunan infrastruktur daerah, pemerataan ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat Kutim.
Kebijakan strategis tersebut disahkan secara hukum melalui Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 600/K.124/2026. Melalui SK ini, seluruh program prioritas tersebut dikategorikan sebagai urusan wajib pemerintah daerah yang mencakup empat pilar utama: infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Sektor infrastruktur menjadi fokus utama Pemkab Kutim dengan alokasi anggaran terbesar yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari konektivitas jalan, fasilitas transportasi, hingga pengelolaan air bersih.
- Lanjutan Pelabuhan Umum Sangatta (Kenyamukan): Menjadi proyek dengan suntikan dana terbesar mencapai Rp53,250 miliar, guna menuntaskan infrastruktur konektivitas laut andalan Kutim.
- Pembangunan Jembatan Tepian Langsat: Dialokasikan anggaran sebesar Rp28,4 miliar.
- Program Rumah Baru Layak Huni: Menelan anggaran Rp23 miliar yang difokuskan untuk peningkatan kualitas serta penataan kawasan permukiman kumuh.
- Rekonstruksi Jalan Poros (Konektivitas Antar-Wilayah):
- Jalan Jembatan Batu Balai – Teluk Baru: Rp19,525 miliar.
- Jalan Manubar – Seriung: Rp19,525 miliar.
- Jalan Simpang ADM 4 Rantau Pulung menuju Puskesmas: Rp19,525 miliar.
- Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pedesaan: Pengembangan jaringan air bersih desa dialokasikan sebesar Rp15,975 miliar.
- Penanganan Drainase & Mitigasi Banjir Perkotaan:
- Peningkatan Drainase Jalan Kabo Jaya (Desa Swarga Bara): Rp17,750 miliar.
- Peningkatan Drainase Jalan Yos Sudarso I – Jalan Gajah Mada: Rp15,975 miliar.
Untuk meningkatkan kemudahan berusaha dan memusatkan pelayanan publik satu pintu, Pemkab Kutim mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,2 miliar untuk pembangunan fisik Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) sekaligus UMKM Centre Kabupaten Kutai Timur.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi roda penggerak baru bagi penguatan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Kutim.
Sektor Pendidikan, Pemerataan Fasilitas
Di bidang pelayanan pendidikan dasar, pemkab memprioritaskan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di dua lokasi guna mengantisipasi lonjakan daya tampung siswa:
- Pembangunan RKB Persiapan SMPN 4 Telen di Desa Rantau Panjang: Rp2,7 miliar.
- Pembangunan RKB SDN 004 Sangkulirang: Rp2 miliar.
Penguatan Logistik Medis
Guna mendukung rantai pasok obat-obatan dan alat kesehatan yang lebih aman dan terstandarisasi, Pemkab Kutim melanjutkan pembangunan Gedung Instalasi Farmasi Kabupaten dengan plot anggaran sebesar Rp2,268 miIiar.
Melalui penetapan 13 proyek strategis ini, Pemkab Kutim optimistis perputaran ekonomi daerah dapat terstimulus secara masif sejak awal tahun anggaran berjalan. Pembangunan yang tersebar merata ini diharapkan tidak hanya menyerap tenaga kerja lokal selama masa konstruksi, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di 18 kecamatan se-Kutai Timur.


Tinggalkan Balasan