Sangatta News – Di tengah derasnya arus informasi dan keberagaman yang dinamis, Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, mengeluarkan seruan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat. Orang nomor satu di kepolisian Kutim ini mengajak warga untuk memperketat barisan persatuan, mempererat tali silaturahmi, dan membentengi wilayah dari ancaman polarisasi.
Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukanlah tugas tunggal aparat kepolisian, melainkan sebuah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen warga demi mewujudkan Kutim yang damai dan penuh toleransi.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan, tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah persatuan, serta terus memperkuat budaya gotong royong demi terciptanya Kutai Timur yang aman dan kondusif,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Kamis (28/5/2026).
AKBP Fauzan menggarisbawahi pentingnya merawat kerukunan antar-suku, agama, dan golongan di Kutai Timur. Wilayah ini telah lama dikenal memiliki fondasi keharmonisan yang kuat, dan hal tersebut harus dijaga agar tidak retak oleh kepentingan pihak tertentu.
Ia mengingatkan warga agar memiliki daya saring yang kuat dan tidak gampang tersulut oleh embusan isu provokatif, terutama yang sengaja menggoreng unsur SARA untuk memicu perpecahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Jangan mudah terpancing isu-isu yang bersifat provokatif maupun mengandung unsur SARA yang dapat memecah persatuan,” tegas AKBP Fauzan.
Selain interaksi langsung, Kapolres juga menyoroti ruang digital. Perkembangan informasi yang super cepat di media sosial saat ini menuntut masyarakat untuk lebih bijak dan dewasa dalam memilah konten. Warga diminta waspada agar tidak terjebak dan ikut menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian, maupun provokasi digital yang berpotensi menyulut konflik nyata di dunia nyata.
Budaya gotong royong dan semangat kebersamaan yang sudah mengakar di Kutim diharapkan menjadi tameng utama dalam mempertahankan kondusivitas daerah.
Menutup seruannya, Kapolres menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat di Kutai Timur. Peran aktif mereka selama ini dinilai menjadi pilar penting yang ikut menyangga keharmonisan dan menjaga stabilitas keamanan di Bumi Untung Benua tetap terjaga dengan sangat baik.


Tinggalkan Balasan