Sangatta News — Setelah lebih dari satu dekade menjalankan pelayanan kesehatan dengan menumpang di rumah warga, Posyandu Kamasean di Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, akhirnya resmi memiliki gedung operasional sendiri. Peresmian dan serah terima bangunan baru ini dilaksanakan secara khidmat pada Jumat (12/06/2026).

Acara monumental ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi, Kepala Desa Singa Gembara Hamriani Kassa, serta jajaran manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan unsur Forkopimda.

Pembangunan infrastruktur kesehatan ini merupakan buah manis dari kolaborasi anggaran sela swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT KPC sebesar Rp205 juta pada tahun anggaran 2025. Proses konstruksi fisik yang dimulai sejak 4 Desember 2025 lalu tersebut dikerjakan secara swadaya oleh panitia lokal yang melibatkan ketua RT, kader posyandu, serta warga setempat.

Superintendent Community Health and Education PT KPC, Febriana Kurnia Sari, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti komitmen jangka panjang perusahaan dalam menggenjot kualitas hidup masyarakat di wilayah ring satu operasional perusahaan.

“Posyandu ini tidak akan bisa selesai tanpa sinergi yang baik antara pihak desa, RT, RW, kecamatan, dan perusahaan. Sejak tahun 2010, KPC telah membantu mendirikan sekitar 24 posyandu di berbagai wilayah operasional. Pembangunan fasilitas kesehatan dasar seperti ini akan terus menjadi agenda wajib kami setiap tahun,” ujar Febriana.

Gedung baru Posyandu Kamasean berdiri di atas lahan berukuran 14 x 12 meter (aset desa sejak 2020) dengan luas bangunan utama mencapai 6 x 8 meter persegi. Kehadiran fasilitas representatif ini dinilai krusial mengingat posyandu saat ini telah bertransformasi lewat sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup manusia.

Setiap bulan, Posyandu Kamasean aktif melayani rata-rata 104 kunjungan warga, yang terdiri dari 48 balita, 39 warga usia produktif, 9 bayi, 4 lansia, dan 4 ibu hamil. Gedung ini akan dioptimalkan untuk mendukung program BERSATU (Bersama Atasi Stunting secara Terpadu) yang dirilis akhir 2025 demi menekan angka Keluarga Risiko Stunting (KRS).

Sinergi Rumah Rehabilitasi Gizi (RRG) menjadi basis monitoring intensif anak gizi buruk yang didampingi langsung oleh dokter spesialis anak, dokter klinik, hingga psikolog.

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT KPC karena dengan diresmikannya gedung ini, seluruh delapan posyandu yang ada di wilayah Desa Singa Gembara kini resmi 100% memiliki gedung mandiri.

Luapan kebahagiaan juga tak terbendung dari Ketua Posyandu Kamasean, Lince Aswianti. Ia mengaku terharu karena impian para kader kesehatan sejak posyandu ini berdiri pada tahun 2014 akhirnya menjadi kenyataan.

“Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, Mas. Posyandu kami sudah berdiri sangat lama (sejak 2014), tetapi baru kali ini memiliki bangunan fisik sendiri. Dengan adanya bantuan gedung yang layak dari KPC ini, kami para kader menjadi jauh lebih semangat bekerja, dan masyarakat pastinya akan lebih antusias untuk datang memeriksakan kesehatan,” ungkap Lince dengan mata berkaca-kaca.