Sangatta News – Digitalisasi kini menjadi jurus andalan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menghadapi tantangan masa depan. Tercatat 441 desa di Kaltim sudah merasakan internet gratis atau mencakup 52% dari target total 841 desa yang akan segera dirampungkan tahun ini
Plt Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim, Bambang Kukilo Argo Suryo memaparkan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat transformasi digital, mulai dari pembangunan infrastruktur teknologi informasi, pemerataan akses internet, hingga peningkatan literasi digital masyarakat.
“Digitalisasi sebagai kunci penting untuk kemajuan daerah. Bukan hanya mempermudah layanan publik, tapi juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan daya saing, dan menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi perubahan zaman,” ungkap Bambang dalam program Publika TVRI Kalimantan Timur yang tayang langsung pada Jumat (26/9/2025) bertema ‘Menata Masa Depan Digital Kaltim’.
Bambang mencontohkan program nyata Pemprov Kaltim yang mendukung agenda transformasi digital, yakni GratisPol Internet Desa. Program ini menghadirkan akses internet gratis di desa-desa untuk mempersempit kesenjangan digital, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat pedesaan agar bisa merasakan manfaat langsung dari teknologi.
“Dengan internet desa, masyarakat di pelosok punya akses informasi yang sama. Ini bukan cuma fasilitas, tapi fondasi agar warga desa bisa ikut berkembang, berwirausaha, dan mengakses layanan publik secara lebih mudah,” tambahnya.
Ia juga berharap hadirnya internet desa dapat mengakselerasi civialisasi di pedesaan, yaitu sebuah kemajuan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kehadiran internet diyakini mampu membuka peluang ekonomi digital bagi pelaku usaha lokal, memperluas akses pendidikan dan pembelajaran jarak jauh, serta meningkatkan kesadaran hingga layanan kesehatan.
Tidak hanya itu, masyarakat desa juga dapat lebih aktif menjaga dan mempromosikan budaya serta potensi wisata lokal melalui platform digital, sekaligus mempermudah berbagai urusan administrasi dan layanan publik secara cepat, transparan dan efisien. Dengan begitu, internet desa diharapkan menjadi penggerak lahirnya desa yang modern tanpa meninggalkan jati dirinya.
Terakhir, Bambang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar Kaltim mampu memanfaatkan potensi digital secara optimal. “Transformasi digital tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat harus bergerak bersama untuk memastikan Kaltim benar-benar siap menghadapi masa depan,” jelasnya.


Tinggalkan Balasan