Sangatta News — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat terjadinya penurunan tajam pada arus mobilitas masyarakat pasca-momentum Lebaran. Sepanjang April 2026, jumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara domestik maupun angkutan laut dalam negeri di bumi etam mengalami koreksi yang cukup mendalam jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Kaltim, Mas’ud Rifai, mengungkapkan dalam keterangan resminya pada Selasa (9/6/2026) bahwa tren penurunan ini didominasi oleh melandainya aktivitas di mayoritas bandara dan pelabuhan utama di Kaltim.
Secara total, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2026 hanya mencapai 176.628 orang, atau anjlok sebesar 35,50% dibandingkan posisi Maret 2026. Penurunan performa ini terjadi hampir merata di berbagai pintu langit Kaltim.
Bandara Sepinggan (Balikpapan) menjadi yang paling anjlok dengan penurunan mencapai 41,60%, Bandara Datah Dawai (Mahakam Ulu) terkoreksi sebesar 31,00%, Bandara APT Pranoto (Samarinda) mengalami penurunan 30,45%, Bandara Melalan (Kutai Barat) turun tipis 8,74% serta Bandara Maratua (Berau) melemah 6,82%.
Di saat bandara lain bertumbangan, Bandara Kalimarau di Berau justru menunjukkan gerak berlawanan arah (anomali) dengan mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 16,47% dibanding Maret 2026.
Meski demikian, Bandara Sepinggan Balikpapan tetap kokoh mendominasi lalu lintas udara domestik di Kaltim dengan menguasai 70,19% pasar (123.977 penumpang), disusul Bandara APT Pranoto Samarinda dengan kontribusi 15,53% (27.438 penumpang).
Sementara itu, untuk rute internasional yang seluruhnya berpusat di Bandara Sepinggan, jumlah penumpang tercatat sebanyak 4.784 orang, atau ikut turun sebesar 17,79% dari Maret 2026.
Jalur Laut Merosot Setengahnya
Kondisi sepi penumpang pasca-mudik Lebaran juga tergambar jelas di sektor transportasi laut dalam negeri. Pada April 2026, jumlah penumpang tercatat hanya 56.317 orang, atau ambles sebesar 48,38% dari bulan sebelumnya.
Pelabuhan Semayang (Balikpapan) mencatat penurunan paling dalam hingga 50,82%, dengan jumlah penumpang yang tersisa sebanyak 39.397 orang. Sedangkan Pelabuhan Bontang – Lhok Tuan mengalami koreksi sebesar 47,56% serta Pelabuhan Samarinda menurun 38,31% menjadi 11.426 orang.
Meskipun April melandai, secara akumulatif sepanjang Januari—April 2026, total penumpang angkutan laut Kaltim tetap kokoh mencapai 249.780 orang. Angka ini naik 15,74% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, di mana kenaikan tahunan tertinggi ditopang oleh Pelabuhan Semayang yang tumbuh 21,23% (year-on-year).
Normalisasi pasca-hari raya tidak hanya berimbas pada sektor penumpang, tetapi juga mengoreksi volume angkutan barang melalui jalur laut. Pada April 2026, volume logistik tergerus 13,75% menjadi 9,77 juta ton.
Penurunan paling signifikan melanda Pelabuhan Tanjung Santan yang anjlok hingga 64,04%, disusul Kuala Samboja (34,28%), Tanjung Redeb (26,04%), dan Sangkulirang (19,34%). Sebaliknya, lompatan volume barang justru terjadi di Pelabuhan Kariangau yang meroket 83,19%, disusul Bontang (40,63%), Samarinda (40,37%), Semayang (29,20%), dan Sangatta (18,89%).
Adapun penguasa volume barang pada April 2026 dipegang oleh Pelabuhan Sangkulirang dengan porsi 1,98 juta ton (20,26% dari total), diikuti Tanah Grogot (1,93 juta ton), dan Kuala Samboja (1,79 juta ton).
Secara garis besar, fondasi ekonomi Kaltim dari sisi logistik dinilai tetap solid. Hal ini dibuktikan melalui performa kumulatif sepanjang Januari—April 2026, di mana total barang yang berhasil diangkut menembus 38,09 juta ton atau tumbuh positif 13,09% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Tinggalkan Balasan