Sangatta News – Setelah berjibaku dengan luapan air dan sisa lumpur, warga Kecamatan Sangatta Utara kini mulai menerima sokongan logistik dari pemerintah. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) secara resmi menyalurkan bantuan bagi 1.682 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir, Sabtu (7/2/2026) sore.
Penyaluran bantuan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Sangatta Utara ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah warga yang sedang berusaha bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi.
Mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, Ernata Hadi Sujito, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan warga. Dalam tahap awal ini, terkumpul total 800 paket sembako hasil sinergi dua instansi penting terdiri dari 600 paket dari Dinas Sosial Kutim dan 200 paket dari BPBD Kutim.
“Bantuan ini terdiri dari beras, telur, mi instan, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Ini adalah wujud kepedulian pemerintah untuk meringankan beban warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi selama masa pemulihan,” jelas Ernata.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengungkapkan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan bantuan tersalurkan secara merata. Berdasarkan data kecamatan, terdapat 1.682 KK yang terdampak, di mana tujuh di antaranya memiliki balita yang membutuhkan perhatian khusus.
Meskipun jumlah paket bantuan saat ini belum sepenuhnya menutupi total jumlah KK yang tercatat, Hasdiah menjamin pihak kecamatan telah menyusun skema pembagian yang proporsional.
“Kami mengusulkan 1.682 KK, termasuk tujuh keluarga dengan balita. Dengan total 800 paket yang kami terima hari ini, kami akan membaginya secara berkeadilan agar seluruh KK terdampak tetap merasakan perhatian pemerintah. Tidak ada yang kami abaikan,” tegas Hasdiah.
Bantuan sembako ini hadir di saat warga mulai membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir. Pemkab Kutim melalui Dinsos dan BPBD memastikan akan terus memantau kondisi lapangan secara berkala. Jika situasi membutuhkan intervensi lebih lanjut, pemerintah telah siap melakukan langkah mitigasi dan bantuan susulan.
Langkah cepat ini diharapkan menjadi pengikat harapan bagi warga Sangatta Utara untuk segera menata ulang kehidupan mereka dan kembali menjalani aktivitas normal seperti sedia kala.


Tinggalkan Balasan