Sangatta News – Usia boleh kepala empat, tapi semangat tetap seperti remaja baru masuk Sekolah Sepak Bola (SSB). Kamis (19/7/2025), Stadion Kudungga yang berada di jantung Kutai Timur mendadak ramai oleh laga persahabatan dua tim “veteran”, The A’Team dan Mules, dalam rangka pemanasan menyambut Liga U-40 Kutim.
Laga uji coba ini bukan sekadar adu tendang bola, tapi juga adu stamina, strategi, dan tentu saja adu napas panjang. Beberapa pemain bahkan terlihat lebih sering berhenti kemudian menarik napas daripada mengejar bola. Tapi jangan salah, permainan tetap berlangsung seru dengan gerakan yang meski tak lagi lincah, namun sarat pengalaman.
Mules yang mengenakan jersey kuning menyala keluar sebagai pemenang. Meski skor akhir tak diumumkan secara resmi—mungkin karena sudah melewati hitungan jari—yang jelas, semangat kedua tim tetap membara dengan riuh sorakan dari pinggir lapangan.
Ketua The A’Team, Andi Patri, yang juga menjadi sponsor laga ini, menyampaikan bahwa pertandingan uji coba ini bukan sekadar urusan menang kalah, tetapi bentuk persiapan mental dan fisik menyambut Liga U-40 yang akan segera digelar.
“Laga tadi sangat seru dan menghibur. Ini bagian dari pemanasan agar nanti tidak kaku saat pertandingan resmi. Ya, perlu juga lah, latihan tanding biar nggak cuma duduk-duduk sambil minum teh,” ujarnya sembari tersenyum.
Lebih dari sekadar sepak bola, laga ini juga menjadi ruang silaturahmi antar pemain yang berasal dari berbagai latar belakang—berbeda daerah, berbeda suku, bahkan berbeda agama. Tapi ketika peluit dibunyikan, semua perbedaan lebur dalam semangat sportivitas dan keakraban. “Ajang ini penting, biar kita saling kenal. Nanti pas ketemu di pertandingan resmi, bisa lebih cair suasananya,” tambah Patri.
Kapten mules Hadri Nirwan berharap, ketika Liga U-40 resmi digelar nanti, seluruh elemen masyarakat bisa turut andil dalam memeriahkan ajang tersebut. Bukan hanya sebagai penonton, tapi juga sebagai pendukung semangat persatuan dan olahraga di bumi Kutai Timur.
” Ini merupakan ajang silaturahmi agar kedepannya jika liga U-40 digelar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi”ujarnya.
Dan siapa bilang usia jadi penghalang untuk merumput? Di lapangan, rambut putih bisa jadi bendera kehormatan. Toh, semangatnya masih seperti dulu, hanya napasnya saja yang kini minta kompromi. [Jamal]


Tinggalkan Balasan