Sangatta News – Di tengah semaraknya gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kutai Timur (Kutim), geliat ekonomi lokal turut merasakan berkahnya. Salah satu kisah inspiratif datang dari Wiwin, pemilik Roti Bakar Jadul, yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam bazar UMKM yang difasilitasi Pemerintah Daerah.

Wiwin tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengungkapkan bahwa lapaknya di bazar MTQ ini difasilitasi secara gratis oleh pemerintah, sebuah program bantuan yang sangat berarti bagi UMKM sepertinya. “Tenda ini gratis dari Kementerian Agama,” ujar Wiwin, Jumat (18/7/2025).

Wanita yang sehari-hari berjualan di Jalan Ilham Maulana, dekat Pasar Induk Sangatta ini, mengakui bahwa partisipasinya di event MTQ kali ini adalah yang pertama. “Saya pertama kali ikut berjualan di MTQ ini. Kalau event-event seperti Dinas Dispora, Pariwisata itu Alhamdulillah kami pernah ikut,” jelasnya.

Meski sempat diguyur hujan selama beberapa hari, Wiwin berhasil mencatat rata-rata penghasilan harian yang cukup lumayan. Ia memulai operasional lapaknya sekitar pukul 15.45 WITA setiap hari, namun khusus di hari terakhir event ini, ia buka lebih awal untuk mempersiapkan bahan baku.

“Jujur kalau kemarin itu saya dapat dua ratus ribu, soalnya kemarin ada hujan tiga hari, itu dua ratus sampai tiga ratus. Kalau dihitung dari awal sampai hari ini, saya ambil rata-rata sekitar lima ratus [ribu rupiah] Alhamdulillah ada,” ungkapnya dengan senyum. Sebuah bukti nyata bahwa dukungan pemerintah mampu mendongkrak omzet UMKM.

Lebih lanjut, ia sangat berharap agar pemerintah terus membina UMKM, terutama yang baru muncul dan bergerak di bidang kuliner. “Harapannya sih lebih banyak yang dibina. Soalnya muncul UMKM-UMKM baru, yang makanan-makanan baru. Ya itu dibina lah,” harapnya.

Bentuk pembinaan yang ia impikan antara lain adalah pelatihan atau pembentukan grup update UMKM untuk saling berbagi informasi dan pengalaman. Ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga pendampingan dan jejaring untuk berkembang.

Kisah Wiwin menjadi cerminan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku UMKM. Diharapkan, semakin banyak UMKM yang mendapatkan kesempatan dan pembinaan, sehingga dapat terus berkontribusi pada roda perekonomian daerah. [Vany]