Sangatta News – Sinergi epik aparat penegak hukum berhasil memutus mata rantai salah satu sindikat narkotika terbesar di Indonesia. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Polres Kutai Timur (Kutim) resmi membongkar jaringan besar peredaran narkoba lintas wilayah yang dikendalikan oleh buronan kakap kasus narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), yaitu M. Fathurahman alias Maboy.
Operasi gabungan berskala besar dengan sandi Operasi Sapu Bersih Sindikat Narkoba (Bersinar) 2026 ini bergerak serentak di tiga kota utama Kalimantan Timur—Kutai Timur, Balikpapan, dan Samarinda—pada tanggal 8 Mei 2026. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan empat orang tersangka lokal berinisial IPK, RA, RR, dan MA, serta menyita barang bukti bernilai miliaran rupiah.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangan resminya pada Kamis (21/5/2026), mengungkapkan bahwa komplotan ini bukan sekadar pengedar lokal, melainkan kartel yang memiliki gurita bisnis haram di berbagai pulau besar.
“Jaringan F (Fathurahman) ini termasuk jaringan yang cukup besar dan menguasai peredaran narkotika di Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Pulau Jawa. Beberapa asetnya juga telah dilakukan penyitaan baik di Kalimantan, Jawa, maupun Bali,” jelas AKBP Fauzan Arianto.
Pengembangan kasus yang bergerak cepat dan profesional ini bahkan terus dikejar oleh tim gabungan hingga ke wilayah Jakarta untuk melacak seluruh aliran dana terlarang dan menyita aset-aset tambahan milik buron Maboy.
| Kategori Barang Bukti | Rincian & Spesifikasi Teknis | Kuantitas | Status Hukum / Catatan |
| Narkotika Utama | Sabu-sabu berkualitas tinggi (dikemas dalam 90 bungkus kemasan) | 92 Kilogram | Disita dari 5 koper besar milik tersangka |
| Narkoba Modifikasi | Cartridge/liquid vape yang mengandung zat berbahaya Etomidate | 1.000 Unit | Modifikasi baru untuk menyasar generasi muda |
| Alat Komunikasi | Handphone dan perangkat komunikasi digital pengoperasian jaringan | 12 Unit | Digunakan untuk koordinasi sel terputus lintas pulau |
| Kendaraan Operasional | Mobil/motor yang digunakan untuk distribusi logistik di lapangan | 2 Unit | Disita sebagai aset operasional sindikat di Kaltim |
| Aset Tambahan | Properti, rekening, atau aset berharga hasil pencucian uang (TPPU) | Dalam Proses | Disita dari pengembangan kasus di Jakarta dan Bali |
Apresiasi dari Bupati
Keberhasilan luar biasa ini langsung mendapat atensi khusus dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BNN RI, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto, beserta seluruh jajaran tim gabungan atas dedikasi tanpa lelah mereka di lapangan.

Bupati menegaskan bahwa penangkapan dengan barang bukti fantastis berupa 92 kg sabu dan cairan vape modifikasi ini menjadi bukti nyata bahwa negara berkomitmen penuh melindungi masa depan bangsa.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran BNN RI bersama Polres Kutai Timur dan seluruh Kepolisian Republik Indonesia. Pengungkapan ini menjadi bukti kuat bahwa aparat bekerja serius dan menjadi pesan kuat bahwa negara hadir serta tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan narkotika,” tegas Ardiansyah Sulaiman.
Lebih lanjut, Bupati Ardiansyah juga mengetuk pintu hati seluruh lapisan masyarakat Kutim untuk tidak tinggal diam. Ia mengimbau warga agar meningkatkan kepedulian lingkungan dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan sekecil apa pun kepada pihak berwajib. “Mari kita jaga Kutai Timur agar tetap aman, sehat, dan terbebas dari narkoba,” imbuhnya.
Dukungan serupa juga mengalir deras dari elemen organisasi kemasyarakatan sipil. Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kutai Timur secara resmi menyatakan rasa syukur yang mendalam atas digagalkannya peredaran barang haram tersebut.
Ketua PD Muhammadiyah Kutim, KH. Suyuti, menggarisbawahi bahwa operasi gabungan ini bukan sekadar keberhasilan taktis kepolisian, melainkan sebuah aksi penyelamatan kemanusiaan yang sangat strategis demi menjaga akhlak dan tatanan sosial masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Kutai Timur dan seluruh jajaran, juga BNN, atas pengabdian luar biasa ini. Berkat keberhasilan ini, kita telah menyelamatkan masa depan pemuda kita, menjaga akhlak dan kesehatan masyarakat, serta menjaga Kutai Timur dari ancaman kehancuran,” ujar KH. Suyuti.
Menyongsong masa depan, pihak Muhammadiyah Kutim menegaskan kesiapannya untuk berdiri bersama aparat dalam mengedukasi masyarakat luas melalui kampanye masif. Sinergi ini diharapkan mampu menggaungkan semangat “Pemuda Kuat, Kutim Hebat, Tanpa Narkoba” secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.


Tinggalkan Balasan