Sangatta News – Peringatan Hari Jadi ke 26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang jatuh pada 12 Oktober diharapkan mampu dimanfaatkan sebagai momen refleksi bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi sejauh mana keberhasilan pembangunan yang telah dicapai.

”Dinamika multidimensi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, memerlukan rumusan strategi dan kebijakan yang tepat, dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul dan harus dihadapi dengan tekad bersama melalui kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja fokus dan tuntas,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman saat mengawali pidato dalam Sidang Paripurna ke IX Peringatan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Kutim, di ruang sidang utama, Gedung DPRD Kutim, Kamis (9/10/2025).

Di hadapan unsur Ketua DPRD, Wakil Bupati Mahyunadi dan undangan yang hadir, Bupati yang hadir di dampingi istri Ny Siti Robiah Ardiansyah mengatakan, peringatan tahun ini menjadi momentum penting. Dengan tema “Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing”, Kutim ingin menegaskan komitmen membangun daerah dan masyarakat, agar dapat berkembang secara berkelanjutan, menghadapi tantangan zaman, dengan memanfaatkan potensi daerah untuk kesejahteraan.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada periode pemerintahan sebelumnya yang mampu mencetak pertumbuhan ekonomi pada 2024 sebesar 9,82% dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional (5,03%) atau pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (6,17%),” bebernya.

Selain itu, capaian lain yakni, Kutim juga mampu menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,90 dan menekan tingkat kemiskinan dari 9,06 pada 2023 menjadi 8,81 pada 2024. Hasil tersebut, berbanding lurus dengan capaian target makro pembangunan yang menggambarkan tonggak awal mewujudkan visi Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2025-2029, yakni Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing.

Lebih jauh, ia juga menyebut, di era kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mahyunadi, bertekad untuk terus mengawal pencapaian visi Kutai Timur Hebat 2029. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkab Kutim telah mencanangkan pelaksanaan 50 program unggulan, yang terbagi menjadi tiga kluster yaitu Kutim Hebat, Desa Hebat dan Kota Hebat. Semua program unggulan tersebut memberikan harapan kepada seluruh lapisan masyarakat dari kota hingga ke desa-desa untuk menikmati hasil pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kutim.

”Namun demikian, upaya mewujudkan masyarakat Kutai Timur yang lebih sejahtera, tidak bisa hanya dilakukan pemerintah semata, kami hanya menjadi katalisator pembangunan daerah. Oleh sebab itu, saya mengajak semua pihak yakni jajaran di lingkup Pemkab Kutim, tokoh adat, generasi muda, pelaku usaha, akademisi, ibu rumah tangga, petani, nelayan untuk menjaga Kutai Timur ini seperti rumah kita sendiri,” tambahnya.