Sangatta News – Malam Puncak peringatan HUT ke 26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berlangsung meriah di ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa (28/10/2025) malam.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menutup langsung kegiatan yang sudah di mulai sejak 4 Oktober dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta penghargaan apresiasi kepada pihak yang ikut berkontribusi mensukseskan peringatan yang mengusung tema Mandiri, Tangguh dan Berdaya Saing tersebut.
Apresiasi diberikan Bupati Ardiansyah kepada penyelenggara kegiatan peringatan HUT ke 26 Kutim. Berbagai potensi daerah di ajang pestanya warga Kutim itu ditampilkan secara menarik dan mampu mendapatkan atensi yang luar biasa dari masyarakat.
“Salah satunya adalah lomba karya seni lagu daerah. Banyak pengarang lagu kita memiliki potensi luar biasa. Kalau kita kembangkan (aransemen) lagi saya yakin bisa menjadi aset berharga Kutai Timur,” ujarnya di hadapan Wakil Bupati Mahyunadi serta undangan lainya.
Dalam kesempatan itu, bupati meminta ke depan pihak penyelenggara bisa lebih berinovasi dalam menggelar berbagai kegiatan yang orientasinya mendukung program pembangunan pemerintah daerah. “Sejarah mencatat kita memiliki kekayaan akar adat dan budaya yang cukup besar. Saya harap di tahun-tahun mendatang agenda seperti ini (pengenalan budaya) terus dikembangkan lagi,”pinta orang nomor satu di Kutim tersebut.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pamkesra), Trisno, dalam sambutannya menyampaikan, meskipun mengalami beberepa persoalan secara keseluruhan pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke 26 Kutim berlangsung sukses. Ia juga tak lupa memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut serta mensukseskan perayaan hari jadi kabupaten yang memiliki 18 kecamatan ini.
“Dari rencana 26 kegiatan yang sudah berjalan dan selesai sebanyak 23 kegiatan, sisanya akan kita laksanakan di akhir bulan (Oktober). Kegiatan ini didukung secara elaboratif antara pemerintah daerah dan perusahaan yang menjadi sponsor,”ujarnya.
Selain itu, ada perbedaan dalam penyelenggaran HUT ke 36 ini. Terutama dalam lomba yang digelar, di antaranya lomba desain batik, lomba Ngelaboh, cipta lagu daerah serta lomba video editorial. Hal ini bertujuan untuk menonjolkan dan menguatkan identitas daerah termasuk upaya untuk mengembangan ekonomi kreatif.


Tinggalkan Balasan